Berita Nasional

Alasan BI Ungkap Penyebab Rupiah Tembus 17.500 per Dollar: Musim Haji Banyak Butuh Uang Asing

Bahkan pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), rupiah sempat menembus level Rp 17.500 per dollar AS.

Tayang:
Pinterest
MENGHITUNG RUPIAH- Ilustrasi seseorang tengah menghitung uang pecahan Rp 100 ribu. 

Di tengah tekanan rupiah, BI juga melihat kepercayaan investor asing terhadap aset keuangan domestik masih terjaga.

Hal itu tecermin dari masuknya aliran modal asing atau capital inflow, khususnya ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Berdasarkan data BI, selama April 2026 tercatat inflow ke pasar SBN dan SRBI mencapai Rp 61,6 triliun.

Selain itu, likuiditas valas di dalam negeri dinilai masih memadai.

BI mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) valas pada akhir Maret 2026 mencapai 10,9 persen secara year to date.

"BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya," tuturnya.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 115 poin atau 0,66 persen ke level Rp 17.529 per dollar Amerika Serikat (AS).

Posisi ini merupakan level terendah penutupan kurs rupiah terhadap dollar AS sepanjang sejarah alias all time low (ATL).

Sementara kurs Jisdor BI hari ini berada di posisi Rp 17.514 per dollar AS, melemah 99 poin dibandingkan kemarin pada level 17.415.

Artikel sudah tayang di Kompas.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved