Berita Viral

RSUD Daud Arif Terancam Dibekukan Buntut Tewasnya Dokter Magang Myta Aprilia Azmy

RSUD Daud Arif terancam dibekukan Kemenkes buntut tewasnya dokter muda Myta Aprilia Azmy

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Kasus kematian dr. Myta Aprilia Azmy memicu sorotan nasional karena diduga terkait beban kerja berlebih hingga 12 jam per hari dan tetap bertugas malam meski dalam kondisi sakit. dr. Myta Aprilia Azmy adalah dokter muda lulusan Universitas Sriwijaya yang meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026), saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. 

Ia mengatakan, pihaknya bersama tim audit investigasi Kemenkes menemukan fakta tersebut saat turun langsung ke lapangan pada Senin (4/5/2026).

“Iya memang benar faktanya demikian. Kami bersama tim audit investigasi dari Kemenkes di lapangan pada Senin lalu menemukan seperti itu,” kata dr. Legiran saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, minim perhatian dan empati terhadap kondisi dr Myta selama menjalani program internship menjadi hal yang sangat disayangkan.

Ia menilai sejak awal kondisi kesehatan dr. Myta seharusnya mendapat penanganan dan mitigasi serius.

“Sangat disayangkan tampak tidak ada perhatian, kepedulian, apalagi minimal empati dari wahana, dalam hal ini dokter pendamping maupun SDM lainnya di sana,” ujarnya.

Baca juga: Viral Lansia di Medan Diduga Terjebak dan Tak Ada Akses Keluar Rumah, Camat Ungkap Fakta Sebenarnya

Ia menilai proses sakit yang dialami dr Myta berlangsung cukup lama, bukan hanya satu atau dua hari, melainkan lebih dari satu bulan sejak akhir Maret 2026.

Karena itu, dr Myta semestinya diberikan waktu istirahat dan pemeriksaan intensif, bukan tetap dibebani tugas.

“Seharusnya sejak awal ketika ada gejala sakit, dr. MAA segera dimitigasi, diminta istirahat, libur dulu, diperiksa intensif, dan tidak ditakut-takuti prolong atau mengganti di akhir internship,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Legiran mengapresiasi langkah cepat Kemenkes yang berencana melakukan perubahan kebijakan terkait program internship dokter.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi kabar baik bagi IKA FK Unsri.

“Artinya surat yang kami layangkan memang boleh dikata 90 persen benar apa adanya,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik keputusan memulangkan seluruh peserta internship dari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal demi menjamin keselamatan mereka.

“Yang lebih menggembirakan lagi, semua peserta internship di sana dipulangkan. Ini sesuai harapan kami agar keselamatan mereka terlindungi,” tambahnya.

Selain itu, IKA Unsri berharap Majelis Disiplin Profesi (MDP) dapat bekerja secara profesional dalam memeriksa kemungkinan adanya pelanggaran disiplin oleh dokter maupun tenaga kesehatan terkait kasus tersebut.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Bangkapos

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved