Berita Viral

PENGAKUAN Korban Pelecehan Ashari Kiai Cabul, Kondisi Masih Trauma Berat: Masih Jijik

Santriwati korban pencabubulan Ashari (51) menyatakan rasa sakit hatinya. Dia menegaskan masih jijik

Tayang:
Tribunjateng.com
POLISI TANGKAP ASHARI: Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat. (Dok. Kasat Reskrim Polresta Pati) 

TRIBUN-MEDAN.com - Santriwati korban pencabubulan Ashari (51) menyatakan rasa sakit hatinya. Dia menegaskan masih jijik dengan Ashari kiai cabul di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (TQ) Ndholo Kusumo, Pati. 

Ashari telah ditangkap setelah Polisi melakukan pengejaran. 

Ashari ditangkap pada Kamis (7/5/2026). 

Meski tersangka telah ditangkap, trauma masih dirasakan korban.

Dampak psikologis mendalam masih ia rasakan. 

Meski kini telah menginjak usia 21 tahun, korban dilaporkan masih mengalami trauma berat akibat pelecehan yang dialaminya sejak bangku sekolah.

Kepala Dinas Perempuan dan Anak (DP3AP2KB) Jawa Tengah, Ema Rachmawati, mengungkapkan bahwa korban masih sering menangis secara spontan setiap kali memori kelam masa lalunya muncul kembali.

Pelecehan tersebut diketahui terjadi secara berulang sejak korban duduk di kelas VIII SMP hingga lulus Madrasah Aliyah (MA). 

"Saya tanya, ‘Kalau mengingat kejadian itu apa yang kamu rasakan?’ Dia bilang nangis. Kalau mengingat masih nangis, masih jijik, masih takut,” ujar Ema saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Bertahun-tahun Bungkam karena Takut

Selama masa sekolah, korban memilih memendam sendiri penderitaannya.

Ketakutan yang luar biasa membuatnya tidak berani mengadu kepada siapa pun. 

Keberanian untuk bersuara baru muncul setelah korban menyelesaikan pendidikannya dan meninggalkan lingkungan pesantren.

“Baru setelah lulus dia berani cerita ke ayahnya,” jelas Ema.

Saat ini, korban tengah menjalani pendampingan psikologis intensif melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Pati.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved