Berita Viral
BIODATA Cheryl Darmadi Disorot karena Rekening Rp455 Miliar Jadi Incaran Komplotan Penculik-Pembunuh
Cheryl Darmadi adalah putri pengusaha sawit Surya Darmadi (pendiri PT Duta Palma Group dan Darmex Agro) yang kini berstatus buronan Kejaksaan
TRIBUN-MEDAN.COM - Cheryl Darmadi (46) adalah putri pengusaha sawit Surya Darmadi (pendiri PT Duta Palma Group dan Darmex Agro) yang kini berstatus buronan Kejaksaan Agung RI terkait kasus pencucian uang (TPPU) dengan nilai fantastis hingga puluhan triliun rupiah.
Ia lahir di Singapura pada 11 Juni 1980, berusia 46 tahun, dan namanya mencuat kembali karena rekening atas namanya senilai Rp455 miliar menjadi incaran komplotan pembunuh Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.
Biodata Cheryl Darmadi
- Nama Lengkap: Cheryl Darmadi
- Tanggal Lahir: 11 Juni 1980
- Usia: 46 tahun (per Mei 2026)
- Tempat Lahir: Singapura
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Alamat Resmi: Jakarta dan Singapura (tercatat di Nassim Park Residence, Singapura)
- Ayah: Surya Darmadi (konglomerat sawit, terpidana korupsi PT Duta Palma Group)
Jabatan/Posisi:
- Presiden Direktur PT Asset Pacific
- Ketua Yayasan Darmex
Status Hukum:
- Kasus: Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait korupsi PT Duta Palma Group.
- Kerugian Negara: Ditaksir antara Rp4,7 triliun hingga Rp78,7 triliun, plus kerugian lingkungan Rp73,9 triliun.
Status:
- DPO (Daftar Pencarian Orang) sejak akhir 2024.
- Diumumkan resmi oleh Kejagung pada Agustus 2025.
- Diduga masih berada di Singapura dan tidak pernah memenuhi panggilan penyidik.
Keterkaitan dengan Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Nama Cheryl mencuat dalam sidang kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (Kacab Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta).
Komplotan pelaku (dipimpin Candy alias Ken bersama tiga anggota TNI) berencana memindahkan dana Rp455 miliar dari rekening atas nama Cheryl Darmadi.
Terungkap, dana tersebut bukan rekening dormant, melainkan rekening aktif atas nama Cheryl.
Baca juga: Serka M Nasir Pasang Badan untuk Dua Juniornya: Untuk Masalah Hukuman Serahkan pada Saya
Fakta mengejutkan ini muncul ketika persidangan kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (Kacab) bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta.
Aksi brutal para pelaku ternyata bukan mengincar rekening dormant, melainkan ingin memindahkan dana Rp 455 miliar dari rekening atas nama Cheryl Darmadi, buronan kasus TPPU terkait Duta Palma Group.
Cheryl Darmadi adalah putri Surya Darmadi, taipan yang terseret kasus korupsi dan TPPU pada kasus Duta Palma Group. Surya Darmadi saat ini mendekam di Lapas Nusakambangan.
Incaran uang di rekening Cheryl Darmadi ini disampaikan Candy alias Ken, saksi yang juga berstatus terdakwa dalam kasus pembunuhan Kacab bank BUMN.
Baca juga: PROFIL Cheryl Sang Putri Konglomerat yang Menggemparkan: Buronan Kejagung Rp 75 Triliun
Ken, yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan Ilham Pradipta, menjelaskan bahwa dia bersama komplotannya yang dibantu oleh tiga anggota Kopassus TNI hendak menggasak duit Cheryl Darmadi.
Ken mengakui sudah ada rekening yang disiapkan untuk menampung pemindahan dana ratusan miliar dari rekening Cheryl Darmadi yang tersimpan di bank BUMN.
"(Uang yang mau dipindahkan) Rp455 miliar. (Tahu karena) Pernah ditunjukkan kepada saya. (Tahu dari) Salah satu penghubung yang memberikan saya datanya," ujar Ken saat ditanya oditur militer dalam persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari seseorang yang memperkenalkan diri dengan nama samaran “Dokter”, yang disebut memiliki akses data rekening di sejumlah bank BUMN.
"Datanya saya dapatkan dari orang yang bernama Dokter. Dia memiliki data-data di semua bank BUMN," kata Ken.
"(Saya) Pernah bertemu dengan Dokter," lanjut dia.
Berbeda dari Isu Rekening Dormant
Keterangan di persidangan ini berbeda dengan informasi yang sebelumnya beredar di publik.
Sebelumnya, kasus ini kerap dikaitkan dengan pembobolan rekening dormant, yakni rekening yang tidak aktif dalam jangka waktu tertentu.
Namun dalam kesaksiannya, Ken tidak menyebut rekening tersebut sebagai tidak aktif, melainkan menyampaikan adanya target pemindahan dana berdasarkan informasi yang diterimanya.
Ia juga mengaku mengetahui sosok Cheryl Darmadi dari pemberitaan media.
"Setahu saya dia berhubungan dengan (perkara) sawit. Dan kebetulan orang tersebut setahu saya kalau dari berita DPO. (Cheryl) tidak (ada hubungannya dengan saya). Saya hanya mendapatkan dari penghubung yang disebut Dokter itu. Tapi dia tidak melampirkan nomor rekening, hanya nama dan nominal saldonya," kata dia.
Jejak Kasus
Kasus ini berawal saat Kacab bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta, korban mendatangi kawasan Ciracas, Jakarta Timur, untuk bertemu pihak tertentu.
Di area parkir, korban didatangi sejumlah pelaku dan dipaksa masuk ke dalam kendaraan.
Rekaman kamera pengawas menunjukkan korban sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya dibawa pergi.
Sehari kemudian, korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Bekasi dengan kondisi tangan dan mata terikat.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka akibat benda tumpul serta indikasi kematian akibat tekanan pada leher dan dada.
Dalam pengembangan perkara, aparat kepolisian menangkap sedikitnya 15 orang yang diduga terlibat, mulai dari perencana hingga pelaku lapangan.
Dari 12 saksi yang dihadirkan di persidangan, 11 di antaranya berstatus terdakwa dalam perkara terkait di pengadilan negeri, serta satu saksi pelapor dari kepolisian.
Dua saksi yang juga terdakwa, yakni Dwi Hartono dan Ken alias Candy, disebut aparat sebagai pihak yang diduga memiliki peran dalam perencanaan penculikan dan pembunuhan.
Sebanyak lima orang lainnya merupakan pihak yang disebut berperan dalam penculikan korban.
Selain itu, terdapat saksi lain seperti sopir taksi online, sopir pribadi, dan seorang guru yang merupakan rekan salah satu pihak dalam perkara tersebut.
Tiga terdakwa anggota TNI, yakni Serka M Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru, turut dihadirkan dalam persidangan.
Cheryl Darmadi DPO Kejagung
Cheryl Darmadi merupakan buronan Kejaksaan Agung dalam perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait korupsi PT Duta Palma Group.
Status daftar pencarian orang (DPO) terhadap Cheryl diumumkan pada Agustus 2025 dan tercantum dalam Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-16/F.2/Fd.2/12/2024, tertanggal 31 Desember 2024.
Keberadaannya sempat terlacak di negara tetangga. Hingga Januari 2026, Kejaksaan Agung masih menunggu persetujuan red notice Interpol untuk tiga orang, termasuk Cheryl.
Cheryl diketahui merupakan putri dari Surya Darmadi, pendiri PT Duta Palma Group dan Darmex Agro, yang telah divonis dalam perkara korupsi dan pencucian uang terkait lahan sawit di Riau.
(*/tribunmedan.com)
Artikel sebagian sudah tayang di Tribunnews.com
Biodata Cheryl Darmadi
Cheryl Darmadi
Cheryl Darmadi anak Surya Darmadi
Profil Cheryl Darmadi
Rekening Cheryl Darmadi Rp455 Miliar Jadi Incaran
| KABAR Ferdy Sambo Usai Putrinya Trisha Resmi Jadi Dokter, Muncul Terakhir Saat Khutbah di Gereja |
|
|---|
| Setelah Viral KPK Bertindak soal Pengadaan 39.345 Sepatu Sekolah, Harga Rp 700 Ribu per Pasang |
|
|---|
| BRIPKA Hendra Brimob Aniaya Lansia Mama Mimi Secara Brutal Hanya Divonis 5 Bulan Penjara |
|
|---|
| Harga Sepatu Siswa Sekolah Rakyat Rp 640 Ribu per Pasang Jadi Sorotan, Penjelasan Menteri Sosial |
|
|---|
| Razia Rambut Berwarna Dipangkas Paksa di SMKN 2 Garut, Orang Tua Bawa Jalur Hukum,Tuntut Mutasi Guru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Biodata-Cheryl-Darmadi-putri-pengusaha-sawit-INCARAN-PEMBUNUH.jpg)