Berita Viral

PENGAKUAN Joki UTBK di Surabaya Terciduk Polisi: Sudah Loloskan 7 Siswa ke PTN Favorit

Joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mengaku sudah meluluskan 7 siswa ke kampus impian. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
JOKI UTBK - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menanyakan cara kerja pelaku Joki UTBK, di Mapolrestabes Surabaya. Dalam sebuah video yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi luthfie.daily Selasa (5/3/2026), pelaku yang juga terlihat memakai baju tahanan, juga ikut menerangkan cara mengerjakan soal ujian, hingga manipulasi data peserta. 

TRIBUN-MEDAN.com - Joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mengaku sudah meluluskan 7 siswa ke kampus impian. 

Pengakuan ini diungkap seorang joki yang ketahuan melakukan aksi dalam UTBK 2026 di Surabaya. 

Ia telah ditahan di Polres Surabaya. 

Kasus ini terungkap setelah polisi menemukan adanya sindikat joki ujian yang bekerja secara terstruktur.

Dalam sebuah video yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi luthfie.daily Selasa (5/3/2026), berbagai barang bukti ditampilkan dalam penanganan perkara tersebut.

Mulai dari alat pencetak KTP beserta puluhan blangko kosong, kemudian Handphone, stempel, hingga laptop yang digunakan pelaku melancarkan aksinya.

Baca juga: PENGAKUAN Pasutri di Kedari Jual Konten Video Syur Untuk Biaya Hidup, Terkuak Setelah Warga Curiga

Baca juga: Dua WNA Tiongkok Bobol Rumah di Bogor Pakai Topeng Lionel Messi, Gasak Uang hingga 150 Gram Emas

Tampak sejumlah petugas memaparkan modus pelaku secara terstruktur.

Mulai dari manipulasi data peserta, aliran dana dari penampung terkumpul Rp 300 juta, sampai proses pengaturan sistem ujian dilakukan.

Pelaku yang juga terlihat memakai baju tahanan, juga ikut menerangkan cara mengerjakan soal ujian.

Diketahui pelaku berlatar belakang mahasiswa dari jurusan teknik mesin.

Dari pemaparan tersebut, Kombes Pol Luthfie menduga pelaku adalah pemain lama.

Sebab, selain sudah meluluskan 7 mahasiswa, dari 2023 sampai 2026, praktik joki melibatkan banyak orang.

Setidaknya ada 8 pelaku diamankan polisi.

“Ganti foto ini piye (Ganti foto ini gimana),” tanya Kombespol Luthfie kepada pelaku.

Pelaku selanjutnya menunjukkan cara kerja pergantian dokumen serta foto peserta ujian, di depan Kombes Pol Luthfie. 

“Nggak langsung jadi, ini berkali kali pak nyetak KTP sama daftar daftarnya,” tutur Pelaku.

Baca juga: Cruise Tasik Putrajaya Malaysia, Cara Seru Menikmati Panorama Kota Modern dari Atas Air

Kombes Pol Luthfie juga menanyakan aksi pelaku selama mengerjakan semua proses, khususnya ketika cetak KTP, hanya dilakukan di rumahnya. 

Pelaku juga membenarkan jika percetakan identitas kependudukan seharusnya dilakukan oleh pihak berwenang di kantor kecamatan

“KTP itu mestinya nyetaknya dimana. Lho kok bikin di rumah. Kamu tahu kan kalau memang ada sindikat ini tahu dong. Nggak mungkin nggak tahu, minta stempel palsu minta KTP,” ucapnya.

Dalam video itu juga menyinggung soal penggantian foto peserta sebagai bagian dari modus operandi, yang diduga dilakukan untuk mengelabui sistem verifikasi identitas dalam ujian.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh Polrestabes Surabaya.

Polisi menduga kuat tindak kriminal tersebut dilakukan secara sindikat.

Baca juga: PENGAKUAN Pasutri di Kedari Jual Konten Video Syur Untuk Biaya Hidup, Terkuak Setelah Warga Curiga

Baca juga: Dua WNA Tiongkok Bobol Rumah di Bogor Pakai Topeng Lionel Messi, Gasak Uang hingga 150 Gram Emas

(*/tribun-meda.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jatim.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved