Berita Viral

Disebut Jenderal Baliho oleh Rizieq Shihab terkait Pernyataan Prabowo, Direspons Kepala KSP

Viral di media sosial pernyataan Rizieq Shihab (HRS) yang menyebut menyebut Jenderal Baliho

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
KEPALA KSP - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman 

TRIBUN-MEDAN.com - Viral di media sosial pernyataan Rizieq Shihab (HRS) yang menyebut menyebut Jenderal Baliho di balik pernyataan Presiden Prabowo agar para pengkritiknya lari ke Yaman.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Purn Dudung Abdurachman, memberikan respons.

Dudung mengingatkan bahwa peran seorang ulama seharusnya membawa keteduhan bagi umat, bukan justru merendahkan pihak lain.

"Tapi artinya bahwa menurut saya bahwa Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi," ujar Dudung saat ditemui awak media di Kantor KSP, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).

Dudung menilai bahwa gaya penyampaian pesan yang dilakukan HRS tidak mengalami perubahan sejak lama. 

Rizieq Shihab
Rizieq Shihab (DOK Tribunnews)

Ia kemudian membeberkan kriteria ideal seorang ulama dalam pandangannya.

"Kalau dikatakan sebagai ulama, ulama itu yang selalu meneduhkan, ya. Berpikir jernih, matanya tidak pernah merendahkan orang lain, mulutnya tidak menjelekkan orang lain, hatinya juga dia tidak berprasangka buruk kepada orang lain, dan tangannya juga tidak dikotori dengan hal-hal yang tidak baik," tuturnya.

 

Lebih lanjut, mantan KSAD ini berpesan agar semua pihak dapat menjaga lisan dan hati demi persatuan nasional.

 Ia meminta seluruh elemen bangsa bersatu di tengah situasi global yang sedang sulit.

"Makanya jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut. Ya inilah maksud saya, kita sama-sama anak bangsa yang situasi ini juga tidak baik masalah ekonomi, masalah politik, masalah hukum," tambah Dudung.

Dudung juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.

 Ia meyakini rakyat Indonesia sudah cukup dewasa dalam menangkal hoaks.

"Yang penting rakyat Indonesia tetap tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Itu hanya segelintir orang-orang yang dari dulu selalu mencoba untuk mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya.

Awalnya, Habib Rizieq menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para pengkritiknya untuk kabur ke Yaman.

 Rizieq yang keluar penjara 10 Juni 2024 itu mengatakan bahwa pernyataan Prabowo "Kabur ke Yaman" itu karena mendapat bisikan dari "Jenderal baliho.

 

Rizieq mengatakan Jenderal baliho itu kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih.

Jabatan tersebut diemban oleh Dudung sebelum kemudian menjadi Kepala Staf Kepresidenan. 

 

Rizieq mengaku heran dengan pernyataan Presiden Prabowo menyebut spesifik negara Yaman.

Padahal kata dia Prabowo sejak dulu hanya menyebut pergi ke luar negeri saja bagi mereka yang kontra dengan pemerintah

"Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?" kata Rizieq.

"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?" Katanya.

Rizieq menduga pernyataan Prabowo tersebut karena mendapatkan bisikan dari Jenderal Baliho. 

"Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara,"katanya.

Pencopotan Baliho

Untuk diketahui saat menjadi Pangdam Jaya, Dudung bersikap tegas memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab pada akhir 2020.

Dudung membantu Satpol PP DKI menurunkan baliho FPI karena organisasi itu sudah dibubarkan, namun mendapatkan resistensi.

Pidato Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak yang menyerukan tren kabur aja dulu. 

Ia pun mempersilakan pihak tersebut meninggalkan Indonesia jika memang menjadi keinginannya.

 Pidato Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak yang menyebut 'Indonesia Gelap kabur saja ke Yaman' menjadi viral di medsos. 

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari meminta masyarakat berfokus pada substansi pidato Presiden Prabowo Subianto.

Bukan berfokus pada satu kalimat yang menyinggung soal Indonesia gelap dan kabur ke Yaman saat pidato di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). 

"Jangan cherry picking satu kalimat beliau soal tadi jangan dibilang Indonesia gelap, kalau enggak suka Anda ke Yaman saja. Jangan itunya yang di-highlight, tetapi poin-poin substansi tadi itu harus dilihat," kata Qodari dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (29/4/2026) malam.

Baca juga: MOBIL Pak Kadis Tabrak Kumpulan Siswa SD Sedang Jajan Depan Sekolah: 1 Siswa Tewas dan 8 Terluka

Baca juga: KRONOLOGI Prajurit TNI AL Halangi Ambulans, Kini Minta Maaf Usai Viral, Petugas Telat Jemput Pasien

Qodari kemudian menjelaskan, pidato Prabowo banyak membahas tentang program kemandirian bangsa dan hilirisasi.

Qodari mengatakan, banyak orang luar negeri itu tidak senang dengan program hilirisasi di Indonesia.

"Karena selama ini mereka mengambil manfaat dengan kita kirim bahan mentah. Nah sekarang Presiden tidak mau, mau membangun nilai tambah lewat apa? Hilirisasi," kata Qodari.

"Jadi kalau di luar itu ada yang tidak senang kemudian ya dia subversi dia infiltrasi dan seterusnya kita enggak boleh naif juga begitu," ucapnya.

Presiden RI Prabowo Subianto membantah pihak yang menyebut 'Indonesia gelap'.

Menurut dia, orang yang berkoar-koar Indonesia gelap memiliki mata yang buram.

Prabowo pun mempersilakan orang-orang pintar untuk kabur dari Indonesia jika melihat situasi dalam negeri yang gelap.

"Terus kita dibikin apalagi, Indonesia gelap. Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja," ujar Prabowo, dalam groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Prabowo mengatakan, jika orang pintar ingin kabur, mereka dipersilakan kabur ke Yaman.

Prabowo lantas menyarankan orang pintar untuk membaca berita, di mana Indonesia adalah negara teraman di dunia.

"Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh," ujar dia.

Baca juga: Alasan Polda tak Menahan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra Berstatus Tersangka

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber:kompas.com/ tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved