Berita Viral

Ternyata Geng Pembunuh Kacab Bank BUMN Incar Uang Rp 455 Miliar di Rekening Buronan Cheryl Darmadi

Para pelaku ingin memindahkan Rp 455 miliar dari rekening Cheryl Darmadi, buronan kasus TPPU terkait Duta Palma Group.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Febryan Kevin/Kompas.com
TIGA ANGGOTA TNI: Pengadilan Militer II-08 Jakarta menghadirkan tiga terdakwa anggota TNI dalam kasus pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) bank BUMN, Mohammad Ilham Pradipta, Senin (15/4/2026). Ketiga terdakwa, yakni Serka Muhammad Nasir, Kopda Feri Heriyanto, dan Serka Frengky Yaru. 

TRIBUN-MEDAN.com - Fakta mengejutkan muncul di persidangan kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (Kacab) bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta.

Aksi brutal para pelaku ternyata bukan mengincar rekening dormant, melainkan ingin memindahkan dana Rp 455 miliar dari rekening atas nama Cheryl Darmadi, buronan kasus TPPU terkait Duta Palma Group.

Cheryl Darmadi adalah putri Surya Darmadi, taipan yang terseret kasus korupsi dan TPPU pada kasus Duta Palma Group. Surya Darmadi saat ini mendekam di Lapas Nusakambangan.

Incaran uang di rekening Cheryl Darmadi ini disampaikan Candy alias Ken, saksi yang juga berstatus terdakwa dalam kasus pembunuhan Kacab bank BUMN.

DPO- Cheryl Darmadi, putri konglomerat Surya Darmadi masuk DPO Kejagung RI karena diduga terlibat tindak pidana [encucian uang (TPPU) di PT
DPO- Cheryl Darmadi, putri konglomerat Surya Darmadi masuk DPO Kejagung RI karena diduga terlibat tindak pidana pencucian uang (TPPU) di PT (Kejagung RI/Canva)

Baca juga: PROFIL Cheryl Sang Putri Konglomerat yang Menggemparkan: Buronan Kejagung Rp 75 Triliun

Ken, yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan Ilham Pradipta, menjelaskan bahwa dia bersama komplotannya yang dibantu oleh tiga anggota Kopassus TNI hendak menggasak duit Cheryl Darmadi.

Ken mengakui sudah ada rekening yang disiapkan untuk menampung pemindahan dana ratusan miliar dari rekening Cheryl Darmadi yang tersimpan di bank BUMN.

"(Uang yang mau dipindahkan) Rp455 miliar. (Tahu karena) Pernah ditunjukkan kepada saya. (Tahu dari) Salah satu penghubung yang memberikan saya datanya," ujar Ken saat ditanya oditur militer dalam persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari seseorang yang memperkenalkan diri dengan nama samaran “Dokter”, yang disebut memiliki akses data rekening di sejumlah bank BUMN.

"Datanya saya dapatkan dari orang yang bernama Dokter. Dia memiliki data-data di semua bank BUMN," kata Ken.

"(Saya) Pernah bertemu dengan Dokter," lanjut dia.

Berbeda dari Isu Rekening Dormant

Keterangan di persidangan ini berbeda dengan informasi yang sebelumnya beredar di publik.

Sebelumnya, kasus ini kerap dikaitkan dengan pembobolan rekening dormant, yakni rekening yang tidak aktif dalam jangka waktu tertentu.

Namun dalam kesaksiannya, Ken tidak menyebut rekening tersebut sebagai tidak aktif, melainkan menyampaikan adanya target pemindahan dana berdasarkan informasi yang diterimanya.

Ia juga mengaku mengetahui sosok Cheryl Darmadi dari pemberitaan media.

"Setahu saya dia berhubungan dengan (perkara) sawit. Dan kebetulan orang tersebut setahu saya kalau dari berita DPO. (Cheryl) tidak (ada hubungannya dengan saya). Saya hanya mendapatkan dari penghubung yang disebut Dokter itu. Tapi dia tidak melampirkan nomor rekening, hanya nama dan nominal saldonya," kata dia.

Jejak Kasus

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved