Berita Nasional

Menteri Purbaya Bersih-bersih di Kemenkeu, Copot Pejabat Buntut Masalah Pajak Rp 25 Triliun

Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya telah menginvestigasi lima pejabat tinggi yang paling banyak menangani proses restitusi.

Tayang:
Kompas.com
CURHAT MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya dikabarkan masuk rumah sakit. urbaya diketahui pernah mengeluhkan sakit pada bagian pinggang, bahkan harus menjalani suntikan dan terlihat kesulitan bergerak dalam agenda publik sebelumnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali bersih-bersih di internal Kementerian Keuangan.

Setelah sebelumnya merombak posisi jabatan tinggi, kini Purbaya berencana mencopot dua pejabat lagi akibat masalah serius dalam pengelolaan pengembalian pajak (restitusi) yang mencapai Rp25 triliun.

Langkah tegas ini diambil Menkeu Purbaya setelah ditemukan ketidakberesan data yang membuat negara harus membayar pengembalian pajak dalam jumlah yang sangat besar, terutama di industri batu bara.

Investigasi Internal

Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya telah menginvestigasi lima pejabat tinggi yang paling banyak menangani proses restitusi.

Dari hasil penelusuran tersebut, dua di antaranya akan segera diberhentikan.

"Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi melakukan restitusi. Hari ini dua akan saya copot," tegas Purbaya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Purbaya merasa ada yang tidak beres dengan perhitungan pajak, khususnya pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) batu bara.

Negara justru harus nombok hingga puluhan triliun rupiah.

"Saya minta diaudit dengan betul supaya kita tidak kecolongan. Apalagi ke industri batu bara. PPN-nya saya nombok Rp25 triliun restitusinya, net, jadi saya bayar. Kan ada yang enggak benar hitungannya," ucapnya.

Alasan Pencopotan

Bagi Menkeu Purbaya, masalahnya bukan sekadar soal uang, melainkan soal kejujuran staf kepada pimpinan.

Dia mengaku kecewa karena mendapatkan informasi yang salah mengenai potensi pengembalian pajak, sehingga kebijakan keuangan negara menjadi meleset.

"Jorjoran-nya adalah tidak memberi tahu perkembangan dengan akurat. Tahun lalu, saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa potensinya. Mereka bilang, sedikit. Mereka tuh staf saya," ungkap Purbaya.

Tren Perombakan Pejabat

Keputusan ini menambah daftar panjang pejabat yang dicopot di era Menkeu Purbaya.

Sebelumnya, pada akhir April 2026, Purbaya juga memberhentikan dua pejabat strategis:

  • Luky Alfirman (Eks Dirjen Anggaran)
  • Febrio Nathan Kacaribu (Eks Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal)

Pencopotan Luky dan Febrio sempat menjadi sorotan karena keduanya dikenal sebagai orang dekat mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved