Berita Viral

TAMPANG Anisa Mantan Menantu Dumaris Sitio Kini Ditangkap, Sering Dibantu Malah Rampok Mertuanya

Awal April 2026 juga Anisa sempat mendadak menemui korban di rumah. Saat itu Dumaris Sitio justru kehilangan barang berharga.

Tayang:
TikTok
MENANTU RAMPOK MERTUA - Tampang Anisa menantu yang rampok mertuanya, Dumaris Sitio di Pekanbaru. Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya, Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah tampang Anisa mantan menantu Dumaris Sitio yang rampok mertuanya.

Sering dibantu malah mencuri di rumah sang mertua.

Kini Anisa pun sudah ditangkap.

Baca juga: Bandar Sabu di Tanjungbalai Ditangkap, Dilaporkan Warga yang Resah dengan Aksinya

Anisa ditangkap bersama 3 rekannya saat melakukan perampokan di rumah mantan mertuanya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).

Empat pelaku ditangkap di dua tempat berbeda yakni Aceh Tengah dan Binjai.

Anisa diduga menjadi dalang dalam pembunuhan dan perampokan yang menewaskan Dumaris Sitio.

Baca juga: SOSOK Marfina Wanita Paruh Baya Sudah Menikah Sebanyak 15 Kali, Sekarang Punya Suami Berondong

Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya.

Aksi pembunuhan tersebut terekam kamera CCTV di dalam rumah.

Tampak di video ada empat orang yang masuk ke rumah terdiri dari dua wanita dan dua lelaki.

Satu dari empat pelaku diduga merupakan Anisa Florensia atau AF.

Dilihat dari video CCTV, tampak AF sempat mencium tangan Dumaris.

Ia kemudian berbincang dengan korban yang duduk di kursi.

Anisa tak sendiri, dia ditemani seorang wanita lain.

PERAMPOK - Pihak kepolisian melakukan olah TKP di rumah korban pembunuhan di Rumbai Pesisir. Dimaris Sitio ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Rabu (29/4/2026).
PERAMPOK - Pihak kepolisian melakukan olah TKP di rumah korban pembunuhan di Rumbai Pesisir. Dimaris Sitio ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Rabu (29/4/2026). (IST/Tribun Pekanbaru/Polsek Rumbai Pesisir)

Tak berselang lama datang pria membawa balok kayu.

Dia langsung menghantam wajah dan kepala korban berulang kali.

Bahkan ketika Dumaris sudah terkapar, pelaku masih memukul korban.

Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino mengatakan kini tengah melakukan pencarian Anisa Florensia.

Baca juga: SOSOK Marfina Wanita Paruh Baya Sudah Menikah Sebanyak 15 Kali, Sekarang Punya Suami Berondong

"Tim menjumpai abang kandung pelaku dan juga teman abang pelaku. Sempat kita amankan ke Polsek. Namun dari keterangan keduanya, tidak pernah bertemu pelaku," katanya.

Anisa sempat menikah dengan anak Dumaris Sitio pada 2022.

Pernikahan mereka hanya bertahan satu tahun.

Meski sudah cerai namun Dumaris masih menjaga hubungan dengan Anisa.

Korban bahkan sering membantu korban.

TAMPANG Anisa Mantan Menantu Dumaris Sitio Kini Ditangkap, Sering Dibantu Malah Rampok Mertuanya
MENANTU RAMPOK MERTUA - Tampang Anisa menantu yang rampok mertuanya, Dumaris Sitio di Pekanbaru. Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya, Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).

Awal April 2026 juga Anisa sempat mendadak menemui korban di rumah.

Saat itu Dumaris Sitio justru kehilangan barang berharga.

Oleh karena itulah pihak keluarga memutuskan untuk memasang kamera pengawas CCTV di rumah.

Selain itu, polisi juga mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A. 

Baca juga: SOSOK Marfina Wanita Paruh Baya Sudah Menikah Sebanyak 15 Kali, Sekarang Punya Suami Berondong

Lantaran, A datang dengan sepeda motor saat kejadian ke rumah korban.

A sempat masuk ke dalam rumah. Namun tak lama, keluar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, A mengaku tidak mengetahuinya ibunya sudah meninggal dunia. Tapi polisi masih melakukan pemeriksaan intensif.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala.

"Pukulan benda tumpul itu menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital otak," ungkap Dodi.

Kapolda Pastikan Tangkap Pelaku

Komplotan perampokan yang tega melakukan Dumaris Denny Waty Sitio (60) hingga tewas di Riau, hingga kini masih berkeliaran.

Dumaris Sitio tewas dianiaya perampok di rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, pada Rabu (29/4/2026).

Para pelaku yang terdiri dari dua pria dan dua wanita juga menggasak sejumlah barang berharga milik Dumaris.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, para pelaku saat ini masih diburu oleh petugas.

Meski begitu, Kapolda memastikan bahwa para pelaku segera tertangkap.

"InsyAllah saya pastikan segera ditangkap, jajaran Reskrim Polresta Pekanbaru dan Subdit Jatanras Reskrimum Polda Riau sedang bekerja di lapangan," ungkap Herry.

Herry menyebut, kasus kejahatan yang merenggut korban nyawa ini menjadi atensi khusus.

Baca juga: Anak Dimaris Sitio Ngaku Tak Tahu Ibunya Tewas Dibunuh Padahal Datang ke Rumah Saat Kejadian

Tim gabungan kepolisian juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan kasus pembunuhan dan perampokan tersebut.

Olah TKP lanjutan dilakukan di rumah korban di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Jumat (1/5/2026).

“Olah TKP kedua ini kami lakukan untuk memperdalam dan melengkapi temuan sebelumnya. Tujuannya adalah memastikan tidak ada fakta yang terlewat, sekaligus mengumpulkan serta memperkuat alat bukti guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian maupun identitas pelaku,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua.

Ia menambahkan, dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan, tim juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi.

“Keterangan para saksi ini sangat membantu dalam mengarahkan penyelidikan, baik terkait pergerakan pelaku maupun rangkaian peristiwa yang terjadi,” jelasnya.

Baca juga: Presiden FIFA Ditolak Mentah-mentah, Presiden PSSI Palestina Ogah Jabat Tangan Utusan Israel

Sementara itu, upaya pengejaran terhadap para pelaku masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di lapangan.

“Kami terus melakukan pengejaran dan telah mengantongi sejumlah petunjuk yang mengarah kepada pelaku. Tim bekerja maksimal untuk segera mengungkap kasus ini," tegasnya.

Hasyim memastikan, Polda Riau berkomitmen penuh untuk menangani perkara tersebut secara profesional hingga tuntas.

“Kami pastikan kasus ini akan diungkap secara tuntas. Mohon dukungan masyarakat agar proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik dan pelaku segera ditangkap,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kombes Hasyim bersama Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.

Ia mengatakan, satu orang pelaku wanita dalam aksi pembunuhan disertai perampokan itu berhasil diidentifikasi.

Pelaku perempuan berinisial AF itu, ternyata mantan menantu korban.

Adapun total pelaku berjumlah 4 orang. Terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan.

Mereka datang ke rumah korban menggunakan mobil Avanza hitam.

Di dalam rumah, korban dihabisi nyawanya dengan cara dipukul oleh seorang pelaku pria menggunakan potongan kayu.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital otak.

Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya oleh sang suami, Salmon Meha (66).

Dari hasil penyelidikan sementara, aksi para pelaku juga terekam kamera CCTV. 

Salah satu pelaku wanita yang merupakan eks menantu, berinisial AF.

Terlihat dalam rekaman CCTV, korban membukakan pintu untuk pelaku.

Dua pelaku wanita itu kemudian mencium tangan korban. 

Setelah mempersilahkan masuk, kedua pelaku sempat berbincang dengan korban.

Saat itulah, seorang pelaku pria datang membawa sepotong kayu dan langsung menghantam wajah korban secara brutal.

Korban dipukul berulang kali, bahkan saat sudah tidak berdaya.

Para pelaku sempat beberapa kali mondar-mandir di depan rumah korban sebelum melancarkan aksinya, diduga untuk memastikan situasi aman.

Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.

Barang-barang yang dilaporkan hilang di antaranya cincin kawin 12 gram bertuliskan nama suami korban, cincin emas seberat 10 gram, uang tunai 400 dolar dolar Singapura, satu unit handphone Samsung A55 5G, satu unit musik box, dan satu unit speaker.

Baca juga: 5 Janji Presiden Prabowo di Hari Buruh 2026, Perumahan Terjangkau, Potongan Ojol 8 Persen

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban. 

Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban keluar rumah untuk mengurus pajak kendaraan, namun korban memilih tetap tinggal di rumah.

Sekitar pukul 11.00 WIB, saat kembali, ia mendapati pintu rumah terbuka dan kondisi kamar sudah berantakan. 

Setelah mencari ke sejumlah ruangan, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dapur dengan luka di wajah dan bercak darah di sekitar kamar mandi.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved