Berita Viral

FENOMENA Pengantin Wanita Pesanan ke China di Jawa Barat, Modus Mirip Kawin Kontrak

Kasus pengantin pesanan ke China dengan modus mirip kawin kontrak masih marak di Indonesia

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN
CURHAT PENGANTIN PESANAN - Foto video minta tolong Kusnia, wanita korban pengantin pesanan asal Indramayu saat minta tolong Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Minggu (5/4/2026) lalu. (KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN) 

Sejak kasus yang menimpa NPS viral di media sosial, pihaknya langsung melakukan kunjungan untuk menggali fakta kejadian sebenarnya. Hasilnya, Iman menepis isu pengakuan NSP yang menyebut dirinya disekap oleh suaminya.

Iman mengatakan, komunikasi antara orang tuanya dengan NSP juga lancar dan tidak ada kendala.

“Saya bicara dengan orang tuanya, katanya ada komunikasi dengan yang bersangkutan. Jadi dia pengen pulang saja,”ungkap Iman.

Meski begitu, pemerintah tetap mencoba untuk menyelamatkan NSP.

Kasus ini pun telah dilaporkan ke pemerintah pusat, dengan harapan korban bisa secepatnya dipulangkan ke tanah air.

“Ini ranahnya sudah di kementerian, data laporannya juga sudah kami kirimkan ke Kementerian PPA dan Kementerian Luar Negeri,” kata Iman.

DP2KB-P3A Indramayu pun sampai saat ini masih menunggu kabar lebih lanjut terkait proses pemulangan NPS kembali ke tanah air. 

Iman menjelaskan, bahwa kasus pengantin pesanan ini sebenarnya bukan kasus yang baru.

Modusnya mirip seperti kawin kontrak, bedanya hanya penamaan, tempat, dan obyek orangnya.

Kasus ini terus terulang dan korbannya lebih dari satu orang. Iman dalam hal ini juga dibuat heran karena dalam prosesnya, pernikahan itu diketahui secara sadar.

Bahkan, orang tua setuju untuk menikahkan anaknya dengan warga negara China.

Dalam pernikahan itu, keluarga korban diiming-imingi mahar besar hingga Rp 100 juta.

“Padahal enggak sampai segitu, hanya Rp 10 juta, dan korban mau dinikahkan serta mau dibawa ke sana (China),” kata Iman. 

Di sisi lain, Iman juga meminta agar kejadian ini bisa menjadi pembelajaran, agar warga jangan mudah tergiur oleh janji manis mahar besar hingga mengizinkan anaknya dinikahkan dengan warga luar negeri.

Apalagi, kata Iman, kasus pengantin pesanan ini bukan kali pertama terjadi di Indramayu.

Dari laporan yang diterima, setidaknya sudah ada tiga orang yang melapor, termasuk NPS.

“Mudah-mudahan ini bisa tersampaikan ke masyarakat luas, agar di Indramayu jangan ada lagi yang jadi korban,” kata Iman.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel sebagian telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Kisah Pengantin Pesanan Asal Indramayu di China Terkekang dan Alami Kekerasan, Kini Minta Tolong KDM

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved