Perang AS dan Israel vs Iran

Trump Sebut Ekonomi Iran Kolaps, Mata Uang Rial Anjlok & Inflasi Tinggi, Warga Kehilangan Pekerjaan

Nilai tukar mata uang Iran, Rial, kembali mencatatkan titik terendah sepanjang sejarah terhadap dollar AS.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/X
Serangan AS-Israel di Kota Teheran, Iran, beberapa waktu lalu. Presiden AS Donald Trump menyebutkan ekonomi Iran kini dalam keadaan kolaps. 

Menurut Program Pembangunan PBB (UNDP), hingga 4,1 juta orang lagi berisiko jatuh ke dalam kemiskinan akibat konflik AS-Iran. Kerusakan fisik yang disebabkan serangan udara telah menyebabkan pengungsian besar-besaran, menurut UNDP. 

Lebih dari 23.000 pabrik dan perusahaan telah terkena dampaknya, seperti yang dilaporkan oleh media EcoIran. 

Menurut Wakil Menteri Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Iran, Gholamhossein Mohammadi, hal itu secara langsung menyebabkan hilangnya satu juta pekerjaan. 

Sedangkan dampak tidak langsungnya telah menyebabkan satu juta orang lainnya kehilangan pekerjaan, menurut perkiraan publikasi Iran, Etemad Online. 

Gangguan pada pengiriman barang, dan impor, juga telah mengganggu perekonomian Iran yang sudah rapuh. “Banyak perusahaan telah menangguhkan operasinya di bawah tekanan gabungan dari perang, inflasi, resesi, dan runtuhnya permintaan,” kata Hadi Kahalzadeh. 

Serangan udara Israel bulan lalu terhadap kompleks petrokimia besar telah menyebabkan ribuan pekerja cuti tanpa gaji. Pabrik baja terbesar Iran juga terkena serangan, yang menyebabkan produsen trailer Maral Sanat memberhentikan 1.500 pekerja karena kekurangan baja. 

Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Iran, Borujerd, juga memberhentikan 700 pekerja. “Beban paling berat dirasakan oleh pekerja informal dan pekerja berketerampilan rendah dan menengah di sektor formal,” menurut Kahalzadeh. 

Media Iran melaporkan bahwa perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, Digikala, telah memulai gelombang PHK di beberapa departemen. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved