Makan Bergizi Gratis

1.720 SPPG Ditutup Sementara tapi Tetap Dapat Insentif Rp6 Juta per Hari, Ini Penjelasan Dadan

SPPG yang ditutup sementara tetap mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah sebesar Rp 6 juta per hari. 

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
(Kompas.com)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan SPPG yang ditutup sementara tetap mendapatkan insentif sebesar Rp 6 juta per hari. Hingga per awal April, terdapat sekitar 1.720 SPPG yang ditutup sementara.  

Pemberian insentif terhadap SPPG yang ditutup sementara menuai sorotan dari publik. BGN dianggap menghambur-hamburkan uang negara.

Hal ini menambah daftar panjang kontroversi penggunaaan anggaran BGN.

Beberapa alokasi anggaran yang jadi sorotan dan kritik publik, antara lain:

- Motor listrik merek Emmo sebanyak 21.800 unit senilai Rp 1,21 triliun. Harga per unit berkisar Rp42 juta hingga Rp49,9 juta.

Awalnya Kepala BGN Dadan Hindrayana mengatakan, motor listrik ini untuk kepala SPPG. Belakangan, BGN bilang motor listrik itu untuk operasional SPPG menjangkau daerah pelosok.

- Alat Makan dan Perlengkapan Dapur: Pagu untuk pengadaan alat makan di 315 lokasi SPPG dilaporkan Rp89,32 miliar, dengan realisasi Rp68,94 miliar.

- Perangkat Elektronik dan IT: BGN membantah pembelian 32.000 unit laptop, dan menyebut hanya membeli sekitar 5.000 unit sepanjang 2025.

Dalam pengadaan ini, publik menyoroti kejanggalan pembelian tablet Samsung Galaxy Tab Active5 oleh BGN. Harga per unit di e-katalog tercatat Rp17,93 juta, sedangkan harga pasaran cuma sekitar Rp9 juta.

- Jasa EO dan Event: BGN menghamburkan uang Rp 113 miliar untuk membayar jasa event organizer (EO).

- Kaos Kaki: Alokasi anggaran untuk pengadaan kaos kai mencapai 6,9 miliar. 

- IT dan IoT: Anggaran IT di BGN disebut mencapai Rp 1,2 triliun. Anggaran fantastis itu disebut untuk Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta managed service sarana IT dan Internet of Things (IoT).

- Zoom Meeting: Pengadaan layanan video conference (zoom meeting) mencapai Rp 5,7 miliar untuk periode April hingga Desember 2026. 

Anggaran pengadaan lisensi aplikasi rapat daring milik BGN ini dinilai cukup fantastis.  (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved