Berita Viral

AWAL MULA Serka Nasir dan Dua Rekannya Terima Tawaran Eksekusi Kacab Bank BUMN: Bagaimana Mintanya?

Pada persidangan perkara pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta mengungkap awal mula oknum anggota TNI terlibat. 

|
TRIBUN MEDAN
PEMBUNUHAN KACAB BUMN – Tiga terdakwa prajurit TNI mengikuti sidang putusan sela kasus pembunuhan berencana Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (15/4/2026). Oditur Militer dijadwalkan menghadirkan tujuh saksi dalam sidang lanjutan untuk tahap pembuktian pada Senin (27/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pada persidangan perkara pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta mengungkap awal mula oknum anggota TNI terlibat. 

Tiga anggota TNI yang terlibat yakni Serka Mochamad Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru

Mereka dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. 

Dalam sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi, Yohanes Joko Pamungtas memberikan keterangan awal mula dirinya diperintahkan terdakwa Dwi Hartono.

Peristiwa berawal saat otak penculikan, Dwi Hartono berencana menggeser dana di rekening dorman atau rekening tak aktif.

Saat itu, Dwi Hartono menghubungi Yohanes Joko yang tak lain temannya untuk dicarikan preman atau anggota TNI.

Tujuannya untuk memberikan tekanan terhadap korban Ilham Pradipta.

Menurut Yohanes Joko, saat itu Dwi Hartono bertanya kepadanya soal kenalan preman.

"Ada kenalan preman nggak," kata Joko menirukan ucapan Dwi Hartono dalam persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (27/4/2026).

Baca juga: KOMNAS Perempuan Sorot Ade Armando Sebut 16 Mahasiswa UI Pelaku Pelecehan Jangan Dipidana dan DO

Baca juga: MENGENAL Caregiver, Tawarkan Jasa Temani Pasien Inap, Melahirkan, Hingga Jaga Anak di Rumah Sakit

Dwi memang sudah mengenal Joko sejak lama. Dwi memang kerap meminta tolong kepada Joko soal urusan preman mengingat dirinya bekerja di parkiran.

"Mungkin dulu pernah pak waktu kuliah, ada kenalan preman gak ternyata pacarnya diganggu waktu kuliah, saya kira hal serupa," ucap Joko.

Awalnya, Joko tak mengetahui tujuan Dwi Hartono mencari preman.

Mendapat permintaan dari Dwi Hartono, Joko pun teringat dengan tetangganya Serka Mochamad Nasir.

Joko lantas merekomendasikan Serka Mochamad Nasir kepada Dwi Hartono.

Setelah berbincang, Dwi pun meminta Joko untuk mempertemukan dirinya dengan Serka Nasir.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved