Berita Viral

MENGENAL Caregiver, Tawarkan Jasa Temani Pasien Inap, Melahirkan, Hingga Jaga Anak di Rumah Sakit

Pekerjaan caregiver di RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang bisa lahan pemasukan.

TRIBUN MEDAN
CAREGIVER RSMH -- Yuri dan Tiwi saat menemani pasien di RSUP Dr. Mohammad Hoesin atau yang di kenal RSMH Palembang. Mereka berdua sosok caregiver yang siap mendampingi pasien yang membutuhkan bantuannya, Senin (27/4/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pekerjaan caregiver di RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang bisa lahan pemasukan.

Pekerjaan caregiver terkadang dibutuhkan pasien dan keluarga pasien, terutama yang datang dari kabupaten.  

Dua wanita bernama Yuri dan Tiwi telah menjalani pekerjaan sebagai caregiver selama lima tahun tahun. 

Setiap hari, mereka bisa menemani dua orang pasien.  

Mereka tidak hanya menemani proses pengobatan, tetapi juga membantu mengurus administrasi di rumah sakit.  

"Ini pasien kedua yang saya bantu, tadi sudah selesai satu. Kalau yang ini dari daerah Sembawa (Banyuasin),” kata Yuri saat ditemui di RSMH, Senin (27/4/2026).

Yuri, ibu dua anak ini menceritakan, profesi caregiver yang ia jalani sejak 2025 berawal dari kebiasaan membantu keluarga dan kerabat yang membutuhkan pendampingan di rumah sakit.

“Saya sering mengantar keluarga, anak, saudara berobat. Dari situ saya melihat banyak pasien dari luar kota yang kesulitan karena belum memahami alur di rumah sakit yang luas ini,” jelasnya.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Sumut Bantu Hibah Rp260 Miliar Ke Aceh

Baca juga: NASIB Buruh Tewas Setelah Duel Dengan Pelaku Curanmor, Sodri Ditikam Dengan Brutal

Berbekal pengalaman dan bimbingan rekannya di Jakarta, yaitu Ari, Yuri mulai mempromosikan jasanya melalui media sosial dengan nama “Yuri Caregiver Palembang”.

Kini, ia melayani pasien dari berbagai daerah seperti dari Sumsel, Bangka, Bengkulu, Jambi, dan lain-lain.

Sebagai caregiver, Yuri tidak hanya mendampingi pasien kontrol ke poli, tetapi juga membantu proses administrasi, mengambil obat, hingga mengurus pemeriksaan seperti MRI dan lainnya sesuai kebutuhan pasien.

Dalam sehari, wanita berusia 34 tahun ini bisa bolak-balik antar-lantai dan poli, bahkan hingga berlari untuk mengejar antrean.

“Kita harus sabar dan ikhlas. Kadang harus lari cari kursi roda, dorong pasien, atau bolak-balik dari lantai satu sampai tiga,” ujarnya.

Tarif jasa yang ia tawarkan berkisar Rp 30 ribu per jam, tergantung jenis layanan.

Untuk pasien dengan kondisi kompleks, pendampingan bisa berlangsung seharian penuh.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved