Berita Viral
Gubernur Rudy Masud Pamer Pencapaian, Protes Kabar Negatif Soal Rumdin Rp25 M dan Mobil Rp8,5 M
Gubernur Rudy Masud protes pemberitaan yang dinilainya lebih sering mengangkat sisi negatif terlebih soal polemik rumah dinas Rp25 miliar hingga mo
TRIBUN-MEDAN.COM – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud pamer pencapaian daerah.
Adapun Gubernur Rudy Masud protes pemberitaan yang dinilainya lebih sering mengangkat sisi negatif.
Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi di gedung DPRD dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Aksi tersebut dipicu sejumlah pengadaan yang dinilai tidak tepat di tengah efisiensi anggaran, termasuk polemik rumah dinas senilai Rp 25 miliar dan mobil dinas Rp 8,5 miliar.
Kini, Rudy Masud pun memamerkan pencapaian pembangunan daerah.
Ia melihat masih banyak indikator positif yang belum mendapatkan sorotan yang layak di ruang publik.
Baca juga: Gubernur Kaltim vs Presiden Prabowo: Dari Nepotisme hingga Mobil Dinas Mewah
Salah satu yang disinggung adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur yang berhasil menempati peringkat keempat secara nasional.
Menurutnya, capaian tersebut seharusnya menjadi informasi penting yang diketahui masyarakat luas.
“Tidak pernah di-publish bahwa kinerja Pemprov Kaltim itu nomor empat secara nasional. Setelah DKI, Yogyakarta, dan Kepri,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (24/4/2026).
Rudy menegaskan bahwa keseimbangan dalam penyampaian informasi sangat penting untuk menjaga persepsi publik terhadap daerah.
Apalagi, Kalimantan Timur memiliki peran strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN
Baca juga: Alasan Daycare Little Aresha Tega Telanjangi Bayi Lalu Tangan Kakinya Diikat di Pintu: Ogah Repot
“Kita harus jaga kredibilitas Kalimantan Timur. Jangan gara-gara situasi negatif terus yang disampaikan, nanti merugikan kita semua,” katanya lagi.
Ia pun mengajak media untuk lebih aktif mengangkat berbagai perkembangan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Kalau mau viral, yang positif. Misalnya, hotel ini 20 tahun tidak hidup, sekarang sudah berfungsi. Jembatan yang 13 tahun tidak beroperasi, sekarang sudah terkoneksi. Itu yang harus di-publish,” katanya.
Di sisi lain, Rudy turut menanggapi keluhan awak media terkait pembatasan peliputan usai aksi demonstrasi.
Ia menjelaskan, hal tersebut berkaitan dengan perbedaan pendekatan komunikasi di internal pemerintah daerah.
Sebagian jajaran Pemprov Kaltim menghendaki penyampaian informasi dilakukan melalui juru bicara agar lebih terkontrol.
Baca juga: Ahmad Dhani Tuai Banyak Hujatan di Hari Pernikahan El Rumi Usai Singgung Cara Didik Anak
Mesku begitu, Rudy mengaku lebih memilih berkomunikasi secara langsung dengan wartawan.
“Kenapa teman-teman Pemprov membatasi? Karena mereka maunya kalau saya ngomong itu lewat jubir,” ujar Rudy.
“Saya tanya, Anda senang lewat jubir atau langsung? Mau langsung kan? Nah, mereka enggak mau,” kata Rudy.
Ia menambahkan, penggunaan juru bicara dipertimbangkan untuk memastikan setiap informasi dapat diklarifikasi sebelum disampaikan ke publik.
“Kalau belum jelas, tidak bisa dilakukan klarifikasi. Makanya mintanya lewat jubir,” katanya.
*/tribun-medan.com
sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Demo-Kebijakan-Gubernur-Kaltim-Soal-Mobil-Mewah-Hingga-Renovasi-Miliaran-Dimana-Rudy-Masud.jpg)