Berita Viral

NASIB Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD: Masih Menunggu Panggilan Prabowo

Mahfud MD mengatakan, pihaknya masih menunggu panggilan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas rekomendasi m reformasi polri.

Editor: AbdiTumanggor
(Kompas.com)
Mantan Menkopolhukam Mahfud MD.(KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD mengatakan, pihaknya masih menunggu panggilan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas rekomendasi yang disusun Komisi Percepatan Reformasi Polri.

“Kita sudah menyerahkan rapor ke presiden bahwa kita sudah siap untuk menyampaikan laporan tapi presiden belum menjadwalkan,” kata Mahfud di Studio Terus Terang, Jakarta, Minggu (26/4/2026).

“Tentu kan tinggal nunggu kapan presiden menjadwalkan karena beliau kita tahu sangat sibuk,” sambungnya.

Mahfud enggan mengungkapkan sejumlah poin yang direkomendasikan komisi reformasi Polri. 

Meski demikian, ia yakin rekomendasi tersebut sangat bagus untuk reformasi Polri.

“Kita berkomitmen tidak akan menyampaikan apapun ke publik sebelum disampaikan langsung kepada presiden, tapi hasilnya bagus menurut saya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie mengatakan, rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi sudah rampung dua bulan lalu.

Meski demikian, Jimly mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto belum memiliki waktu untuk menggelar pertemuan dengan Komisi Reformasi Polri guna membahas rekomendasi tersebut.

“Kita mau cepat-cepat, sudah selesai (rekomendasi) sudah dua bulan jadi, tapi presidennya belum punya waktu untuk menerima laporan. Padahal sudah ada yang harus diputuskan,” kata Jimly, Selasa (21/4/2026).

Jimly tidak banyak mengungkapkan isi rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri tersebut.

Dia hanya mengatakan, komisi tersebut beranggotakan lima jenderal polisi bintang empat dan beberapa tokoh dari masyarakat sipil sehingga diskusi terkait reformasi Polri sempat menimbulkan keraguan.

“Kami bersepuluh, lima di antaranya jenderal bintang empat, jadi kita yang sipil sipil wah itu ngomong ragu-ragu,” ujarnya. 

Presiden Prabowo Tak Ingin Rekomendasi Reformasi Polri Dikirim ke Staf, Nanti Bocor

Sebelumnya, Mahfud MD juga mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto sudah mengetahui rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri sudah rampung. 

Meski demikian, kata Mahfud, Prabowo saat bertemu dengan Jimly Asshiddiqie pada bulan Ramadhan menyampaikan agar naskah rekomendasi tersebut tidak dikirim melalui stafnya karena khawatir isi rekomendasi akan bocor.

“Pak Jimly bulan puasa ketemu sendiri dengan Pak Presiden. Pak, kami sudah ngirim surat untuk dipanggil. Kalau bapak sibuk ya nanti kami kirim naskahnya saja lah. Kata Presiden, enggak. Jangan dikirim, nanti bocor,” kata Mahfud MD usai menghadiri peluncuran buku Jimly Asshiddiqie di Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Karenanya, kata Mahfud, hingga saat ini, Komisi Percepatan Reformasi Polri masih menunggu panggilan dari Presiden Prabowo.

“Nah terus sampai sekarang ya sudah selesai, kita nunggu panggilan. Sudah 2 bulan lebih,” ujarnya.

Mahfud juga membocorkan salah satu isi rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri yaitu, rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) tanpa jalur titipan.

“Yang sudah boleh diumumkan itu hanya satu. Rekrutmen Akpol tidak boleh ada titipan dari siapapun,” tuturnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyinggung soal proses rekrutmen Akpol yang didominasi anak-anak pejabat, sementara porsi untuk masyarakat hanya sedikit.

Dia mengatakan, rekrutmen Akpol tanpa jalur titipan tersebut akan ditegaskan melalui aturan Polri.

“Iya, pokoknya itu sudah pengumuman. Apakah itu bentuknya perpol atau apa nanti kita lihat saja,” ucap dia.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: NASIB Iptu N Tembak Remaja Berujung Tewas Saat Bubarkan Tawuran, Polri Kini Lakukan Evaluasi Anggota

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved