Berita Viral

Eks Karyawan Bongkar Kejamnya Daycare di Jogja, Kamar 3x3 Diisi 20 Anak hingga Kaki Terikat

Fakta yang mencuat bukan berasal dari luar, melainkan dari dalam seorang mantan karyawan yang tak lagi sanggup menahan

TRIBUN MEDAN
PENGANIAYAAN DI DAYCARE JOGJA - Wali murid Khairunisa (KIRI). Daycare Jogja (KANAN). Tindakan Keji Pengasuh Daycare Jogja, Bayi Dibedong Diikat ke Jendela 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus dugaan penganiayaan anak di sebuah daycare di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, perlahan mulai menemukan titik terang.

Fakta yang mencuat bukan berasal dari luar, melainkan dari dalam seorang mantan karyawan yang tak lagi sanggup menahan kegelisahan hati melihat perlakuan terhadap anak-anak.

Penggerebekan daycare bernama Little Aresha ini pun menjadi bukti bahwa laporan tersebut tidak dianggap sepele oleh aparat.

Karyawan Mundur, Tak Sanggup Melihat Dugaan Kekerasan

TIDUR KAKI TERIKAT - Kolase daycare digerebek Polresta Yogyakarta dan bayi bayi tanpa baju terikat tali dugaan kekerasan penitipan anak. Salah satu wali murid berinisial HF, tak menyangka bahwa para pengasuh daycare tersebut bertindak keji kepada anak-anak.
TIDUR KAKI TERIKAT - Kolase daycare digerebek Polresta Yogyakarta dan bayi bayi tanpa baju terikat tali dugaan kekerasan penitipan anak. Salah satu wali murid berinisial HF, tak menyangka bahwa para pengasuh daycare tersebut bertindak keji kepada anak-anak. (Tribunjogja.com/Miftahul Huda)

Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, mengungkap bahwa kasus ini bermula dari kecurigaan seorang karyawan terhadap perlakuan pengasuh di daycare tersebut.

“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi,” kata dia.

Perasaan tidak nyaman itu akhirnya mendorong sang karyawan mengambil keputusan besar mengundurkan diri dari pekerjaannya.

“Tidak sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya juga mungkin kan. Ditelantarkan, akhirnya dia merasa tidak sesuai hati nurani minta resign,” ujar Pandia.

Namun, langkah tersebut justru berujung pada masalah baru.

Ijazah Ditahan, Laporan Pun Dilayangkan

Setelah resign, karyawan tersebut mengaku ijazahnya ditahan oleh pihak daycare. Kondisi ini membuatnya tak punya pilihan selain melapor ke pihak berwajib.

“Ijazahnya ditahan sama pemilik sehingga dia melaporlah ke kita. Sehingga kami dapat informasi seperti itu. Langsung ditindaklanjuti,” bebernya.

Laporan inilah yang kemudian membuka pintu penyelidikan hingga akhirnya polisi melakukan penggerebekan.

Orangtua Mulai Menyadari Kejanggalan

Seiring mencuatnya kasus, satu per satu orangtua mulai menyadari tanda-tanda yang sebelumnya dianggap sepele.

Salah satunya Aldewa, yang mengaku sempat menemukan luka lebam pada tubuh anaknya.

“Kalau bekas luka, terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Nah mbahnya enggak bilang apa-apa. Terus istri saya bilang kayaknya jatuh deh. Ya udah saya juga enggak tanya pihak sekolah,” ujarnya.

Tak hanya itu, anaknya juga menunjukkan perubahan perilaku.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved