Berita Viral

ALASAN AW Brimob Minta Maaf Soal Keributan Gerebek Istrinya Selingkuh, Tapi Tetap Laporkan Pratu WI

Anggota Brimob Polda Sultra AW meminta maaf ke institusi Polri dan TNI setelah geger penggerebekan istrtinya selingkuh.

TRIBUN MEDAN
PROSES HUKUM TETAP - AW melalui kuasa hukumnya, Dody, memberikan klarifikasi terkait narasi permintaan maaf yang sempat memicu spekulasi publik, Kamis (23/4/2026). Pihak AW yang merupakan suami sah TR sekaligus anggota aktif Brimob Polda Sultra, menegaskan tetap melanjutkan proses hukum meski sempat beredar video permintaan maaf, atas penggerebekan terhadap ibu Bhayangkari dan oknum TNI di kamar kosan. Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Alasan Anggota Brimob Minta Maaf meski Dikhianati Istrinya, Tetap Perkarakan Oknum TNI, https://lampung.tribunnews.com/news/1207594/alasan-anggota-brimob-minta-maaf-meski-dikhianati-istrinya-tetap-perkarakan-oknum-tni?page=all#goog_rewarded. Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah 

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota Brimob Polda Sultra AW meminta maaf ke institusi Polri dan TNI setelah geger penggerebekan istrtinya selingkuh

AW menyatakan maaf ke institusi tetapi tetap melajutkan perkara dengan Pratu WI

Pratu WI merupakan selingkuhan TR istri dari AW. 

Kasus dugaan perzinahan yang melibatkan ibu Bhayangkari berinisial TR dan oknum TNI Pratu WI di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini memasuki babak baru.

AW melalui kuasa hukumnya, Dody, memberikan klarifikasi terkait narasi permintaan maaf yang sempat memicu spekulasi publik.

Dody menekankan bahwa pernyataan maaf tersebut sebenarnya ditujukan sebagai bentuk penghormatan terhadap etika organisasi, bukan pengakuan kesalahan atas peristiwa yang terjadi.

Menurut Dody, kliennya merasa perlu meluruskan konteks permohonan maaf yang sempat disampaikan sebelumnya.

Hal ini berkaitan dengan posisinya sebagai anggota Polri aktif dan adanya keterlibatan oknum dari institusi lain dalam peristiwa tersebut.

"Permintaan maaf itu kami garis bawahi ditujukan untuk institusi Brimob dan TNI. Sebagai anggota aktif, klien kami merasa bertanggung jawab atas beredarnya video yang menyeret nama besar dua institusi tersebut." 

"Jadi, ini soal etika profesi, bukan permintaan maaf atas perbuatan saat penggerebekan," jelas Dody, Kamis (23/4/2026) malam, seperti dikutip dari TribunnewsSultra.com.

Baca juga: Eko Purdjianto Minta Maaf Gagal Persembahkan Kemenangan di HUT PSMS Medan ke-76

Baca juga: UPDATE Pak Kades Laporkan Anggota DPRD Berhubungan Gelap dengan Istrinya, Polisi Periksa 2 Orang

Ia juga menepis anggapan bahwa peristiwa penggerebekan yang sempat viral di media sosial adalah rekayasa.

Dody memastikan penggerebekan itu benar-benar terjadi di lapangan.

Meskipun ada upaya menjaga hubungan antara institusi melalui klarifikasi tersebut, ia menegaskan perkara pidana tetap berjalan.

Dody mengatakan AW sudah melaporkan dugaan perzinahan tersebut ke Polda Sultra dan menyerahkan sejumlah alat bukti untuk memperkuat laporan.

"Proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Kami telah menyerahkan bukti-bukti fakta kepada penyidik untuk mendalami dugaan perzinahan ini," jelasnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anggota keluarga dari institusi keamanan, yang menuntut transparansi dan profesionalisme dalam penegakan hukum di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya diberitakan, video permintaan maaf dari anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara menjadi sorotan publik setelah kasus dugaan perselingkuhan istrinya ramai di media sosial.

Sosok ibu Bhayangkari berinisial TR sebelumnya digerebek saat sedang berduaan dengan oknum TNI berinisial Pratu WI.

Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kos di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Jumat (17/4/2026).

TR dan Pratu WI tak berkutik saat digerebek sang suami sah bersama sejumlah saksi yang mendatangi lokasi tersebut.

Ironisnya, dalam penggerebekan itu ditemukan bukti berupa kotak tisu magic di dalam kamar kos yang mereka tempati.

Setelah kasusnya ramai, suami TR kemudian muncul dalam video dan meminta maaf secara terbuka kepada institusi dan masyarakat.

Meski menjadi pihak yang dikhianati, anggota Brimob Polda Sultra itu tetap menyampaikan klarifikasi dalam video yang direkam pada Minggu (19/4/2026).

"Saya atas nama keluarga memohon maaf atas beredarnya video yang viral di media sosial tentang keluarga saya," ujarnya dalam video yang dikutip TribunnewsSultra, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan persoalan tersebut murni urusan rumah tangganya dan tidak berkaitan dengan institusi tempatnya bertugas.

"Dengan ini saya menyatakan bahwa ini murni urusan keluarga saya, dan tidak ada keterkaitannya dengan kedinasan saya sebagai anggota Polri, khususnya Brimob," jelasnya.

Anggota Brimob tersebut mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada komandan dan rekan-rekan sejawatnya di Korps Brimob Polda Sultra, karena merasa nama baik institusi ikut terseret dalam persoalan pribadinya.

"Saya akan menyelesaikan permasalahan ini secara baik-baik sesuai prosedur hukum yang berlaku. Terima kasih atas segala bantuan dan kemudahan dalam urusan ini," jelasnya.

Markas Brimob Polda Sultra sendiri berada di Jalan Brigjen Katamso, Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

Lokasinya berjarak sekitar 10,6 kilometer dari Kawasan Eks MTQ Kendari atau Tugu Religi Sultra, dengan waktu tempuh sekitar 21 menit berkendara.

(*/tribun-medan.com) 

Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved