Berita Viral

Merasa Capek Nyetir Mobil Sendiri, Pegawai Gubernur Kaltim Anggarkan Kursi Pijat Rp 125 Juta

Rudy Masud kembali menuai sorotan karena anggaran kursi pijat di rumah jabatan yang fantastis yakni Rp 125 juta.

|
Tribunkaltim.com
KEMBALIKAN MOBIL - Ilustrasi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terlihat mengemudikan sendiri kendaraan yang membawa rombongan Menteri Kehutanan menuju lokasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (28/2/2026) sore. Gubernur Kaltim batalkan mobil dinas Rp8,5 miliar dan minta dana dikembalikan ke kas daerah. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

4 Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Masud: Mulai Gaya Fesyen Istri hingga Renovasi Rumdis Rp25 Miliar

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Masud kembali disorot oleh publik.

Ia diketahui menganggarkan Rp25 miliar rupiah untuk renovasi rumah dinas (rumdis) di tengah-tengah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.

Sebelum masalah renovasi rumdis, Rudy Masud sempat menjadi bahan perbincangan warganet terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar.

Meski pada akhirnya mobil tersebut tidak jadi dibeli dan Gubernur Kaltim meminta maaf karena telah membuat kegaduhan.

Di tarik lebih jauh, Rudy Masud tidak lepas dari kontroversi selama menjabat. Apa saja?

Berikut informasi lengkapnya dirangkum Tribunnews.com, Rabu (8/4/2026):

1. Mobil Dinas Harga Fantastis

Pada akhir Februari 2025 lalu, Rudy Masud disorot karena ingin membeli mobil dinas seharga Rp8,5 miliar.

Rudy Masud dalam kesempatannya menjelaskan alasan di balik pemilihan mobil mewah sebagai mobil dinasnya.

Ia menegaskan tidak ingin memakai mobil Toyota Kijang.

Semua tidak lepas dari posisi Kalimantan Timur yang strategis dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN)

Bahkan, Rudy Masud memandang provinsi yang dipimpinnya mewakili wajah serta miniatur Indonesia.

"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Jangan saya disuruh pakai kijang dek," tegasnya, dikutip dari TribunKaltim.co.

Rudy Masud melanjutkan, dirinya juga tidak ingin masyarakat Kaltim dipandang miskin.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved