Berita Viral
PENGAKUAN Gubernur Kaltim Rudy Masud Ogah Temui Demonstran Depan Kantornya: Saya Dilempar Gimana?
Gubernur Kalimatan Timur, Rudy Masud mengaku ogah bertemu dengan para demonstran di depan kantornya, Selasa (21/4/2026).
TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Kalimatan Timur, Rudy Masud mengaku ogah bertemu dengan para demonstran di depan kantornya, Selasa (21/4/2026).
Rudy Masud khawatir para demonstran akan melemparkan batu kepadanya.
Ia merasa lebih baik tidak menemui pendemo dan membiarkan mereka semua pulang.
Kata Rudy Masud berdasarkan informasi sehari sebelum aksi (H-1), ia mengetahui tujuan utama massa sebenarnya adalah gedung DPRD Kaltim.
Ia sempat mengira massa akan tetap berada di sana, namun ternyata aspirasi tersebut dialihkan ke Pemprov Kaltim.
Rudy Masud menegaskan pada dasarnya ia siap menerima aspirasi tersebut, namun bukan di tengah jalan.
"Di kantor Gubernur Kaltim tidak pernah menyampaikan bahwa untuk bertemu, tetapi saya sudah menyampaikan dengan Pak Kapolda bahwa kita siap untuk berdialog, tapi tidak untuk dikerumunan massa. Satu adalah karena keamanan, dua adalah berkaitan dengan protokolnya," ujar Rudy Masud, dikutip dari BanjarmasinPost, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Hadapi Adhyaksa FC, PSMS Medan Jadi Penentu ke Liga 1
Baca juga: Satpol PP Kembali Tertibkan PKL di Depan Carrefour Medan, Petugas Berikan Imbauan Persuasif
Ia menegaskan sebenarnya pintu kantor maupun rumah jabatan selalu terbuka 1x24 jam untuk berdialog.
Menurutnya, berdialog secara langsung jauh lebih efektif karena suasana yang lebih tenang akan menghasilkan resolusi yang konstruktif bagi pembangunan daerah.
Ia juga sempat menawarkan pertemuan dengan perwakilan massa, namun tawaran itu ditolak.
"Saya sudah menawarkan, tapi teman-teman itu perwakilan tidak mau. Karena waktu itu hari itu sudah sore sekali tepatnya, kira-kira sudah jam 17.45, jadi hampir jam 18.00, walaupun setelah itu adik-adik mahasiswa membubarkan diri," terangnya.
Rudy Masud mengaku menyaksikan langsung momen kericuhan tersebut dari dalam kantor Gubernur Kaltim.
Ia melihat botol air mineral hingga pecahan batu dari trotoar dilemparkan oleh oknum massa ke arah aparat keamanan yang berjaga.
"Menurut saya ini yang tidak cocok. Bapak Ibu bisa membayangkan kalau saya ada di tengah-tengah situ terus dilempar begitu gimana?," ungkapnya.
Adapun aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kaltim tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga ormas.
| Tangis Pilu Suratno, Baru Menikmati Fasilitas Ketua DPRD, Kini Sudah Dimasukkan ke Jeruji Besi |
|
|---|
| NASIB Pegawai Kejaksaan Maluku Jadi Tersangka, Modus ASN Rp180 Juta, Terancam Dipecat |
|
|---|
| Polemik Paket MBG di SMA Angkasa Pattimura yang Diduga Dibawa Pulang oleh Oknum Guru |
|
|---|
| DETIK-DETIK Dramatis Damkar Evakuasi Mobil yang Terjun Bebas ke Lubang Septic Tank di Depok |
|
|---|
| PROFIL Irjen Krisno Halomoan Siregar Pimpin Upacara Pemecatan Dua Polisi Tersangka Rudapaksa Remaja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rudy-masud-gubernur-kaltim.jpg)