Berita Viral

Walikota Bekasi Bikin Aturan Satu Hari Wajib Bahasa Jepang Bagi Siswa: Persiapan Kerja ke Sana

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merencanakan satu hari berbahasa Jepang bagi siswa di Bekasi. 

WartaKotaLive
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merencanakan satu hari berbahasa Jepang bagi siswa di Bekasi.  

TRIBUN-MEDAN.com - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merencanakan satu hari berbahasa Jepang bagi siswa di Bekasi. 

Tri Adhianto menilai penggunaan bahasa asing di publik bisa meningkatkan kemampuan siswa. 

Tak cuma itu, Tri Adhianto juga menerapkan aturan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan Pemkot Bekasi. 

Kebijakan tersebut akan segera diwajibkan kepada seluruh siswa di Kota Bekasi.

Hal tersebut disampaikan Tri usai memimpin sebuah rapat di Gedung Teknis Bersama Kota Bekasi, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi pada Jumat (24/4/2026). 

“Untuk sekolah saya kira kami juga rencanakan bulan depan," kata Tri pada Jumat (24/4/2026).

"Tidak hanya bahasa Inggris, tapi bahasa Jepang juga karena ada satu program Pemkot Bekasi akan memfasilitasi anak-anak Kota Bekasi yang ingin bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Tri menuturkan, aturan ini diambil seiring kerja sama yang telah dijalin Pemkot Bekasi dengan sebuah wilayah di Jepang, yakni Izumisano. 

Kerja sama tersebut membuka peluang besar bagi warga Bekasi untuk bekerja di berbagai sektor di negeri tersebut.

“Karena kami sudah bekerja sama dengan izumisano di Jepang, mereka memberikan ruang yang cukup besar bagi anak-anak kota Bekasi yang akan bekerja di sana,” tuturnya.

Baca juga: Pakaian Adat Khas Simalungun Jadi Busana Resmi pada Paripurna Hari Jadi ke-155 Kota Siantar

Baca juga: Alasan Raffi Ahmad Dipilih Jadi Duta BPJS Kesehatan, Ini Tugasnya, Sasar Anak Muda Peduli Kesehatan

Tri memaparkan, peluang kerja yang tersedia di Jepang pun cukup beragam.

Dimulai dari sektor industri hingga pertanian.

Berdasarkan peluang tersebut, orang nomor satu di Kota Bekasi itu juya menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia sejak dini.

Terutama dalam penguasaan bahasa asing sebagai bekal utama.

“Oleh karena itu rasanya yang paling penting adalah kami mempersiapkan diri kita anak-anak juga dan asisten kita agar mereka berwawasan global,” paparnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved