Berita Viral

Walikota Bekasi Bikin Aturan Satu Hari Wajib Bahasa Jepang Bagi Siswa: Persiapan Kerja ke Sana

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merencanakan satu hari berbahasa Jepang bagi siswa di Bekasi. 

WartaKotaLive
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merencanakan satu hari berbahasa Jepang bagi siswa di Bekasi.  

“Kami harus mampu memahami dan menyampaikan ide serta gagasan agar target bersama bisa tercapai,” ucapnya.

Ia memastikan, peningkatan kualitas ASN akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Bahkan, program 'One Day English' akan terus diterapkan sebagai bagian dari transformasi menuju kota bertaraf internasional.

“Ke depan kami akan terus meningkatkan kapasitas. Harapannya, masyarakat juga bisa beradaptasi dengan perubahan ini,” tutupnya.

Tri Adhianto Wajibkan ASN Bekasi Pakai Bahasa Inggris

Diberitakan sebelumnya, Tri Adhianto, akan melibatkan Civitas Akademika dalam penerapan aturan wajib penggunaan bahasa Inggris saat pelaksanaan rapat virtual atau live zoom meeting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) ketika Work From Home (WFH) berlangsung.

Ia menilai, upaya itu diharapkan nantinya semua Kepala Dinas (Kadis) memiliki pemahaman yang sama.

"Hari ini kan kami sudah minta tuh kalau memang para universitas siap mereka yang jadi jurinya dan itu nanti kami akan nilai," kata Tri saat ditemui di kawasan Pemkot Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (16/4/2026).

Sebagai informasi, Tri telah membuat gebrakan baru terhadap pola kerja ASN di lingkungan Pemkot Bekasi.

Gebrakan itu terkait kewajiban penggunaan bahasa Inggris saat pelaksanaan rapat virtual atau live zoom meeting ketika WFH berlangsung.

Secara teknis, setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memastikan semua jajaran hingga ke staff untuk bersiap di setiap waktu.

Nantinya Kepala OPD, jajaran, dan staff harus melaporkan progres kerja di setiap pagi, siang, dan sore hari. 

Terkhusus pimpinan, nanti akan memberikan arahan, evaluasi, dan perintah terkair target apa yang harus dilaksanakan hari itu.

"Sehingga nanti berkorelasi dengan outputnya pada sore hari, itu nanti korelasinya sama tidak tuh antara yang diperintah dengan yang dikerjain, dan sekarang kami coba perintahnya itu dalam bahasa Inggris. One day English lah," jelasnya.

Tri menuturkan, penerapan bahasa Inggris dalam komunikasi kerja bukan sekadar formalitas.

Namun sebagai bagian dari sistem evaluasi kinerja yang terukur.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved