Berita Viral

4 Fakta Hendrikus Penikam Nus Kei, Bertemu Pacar Sebelum Beraksi, Galau Ditawari Kerja Rp 1 M

Sosok atlet MMA berprestasi itu kini memdekam di rutan Mapolda Maluku untuk menjalani pemeriksaan intensif. 

Tribun Medan Kolase
PEMBUNUH NUS KEI - Hendrikus Rahayaan (28), atlet MMA yang menusuk Agrapinus Rumatora alias Nus Kei sempat menemui kekasihnya sebelum beraksi di bandara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Hendrikus Rahayaan (HR), atlet bela diri MIxed Martial Arts (MMA) kini ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Hendrikus bersama-sama dengan satu tersangka lain, Finansius Ulukyanan, dijerat pasal pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya hingga pidana mati atau hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Sosok atlet MMA berprestasi itu kini memdekam di rutan Mapolda Maluku untuk menjalani pemeriksaan intensif. 

Sejumlah fakta-fakta tentang sosok Hendrikus menjadi sorotan luas di media sosial. 

Berikut di antaranya: 

Bertemu Kekasih Sebelum Beraksi

HENDRIKUS RAHAYAAN:  Hendrikus Rahayaan (28) pembunuh Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei. postingannya soal kerjaan bayaran Rp1 miliar jadi sorotan.
HENDRIKUS RAHAYAAN: Hendrikus Rahayaan (28) pembunuh Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei. postingannya soal kerjaan bayaran Rp1 miliar jadi sorotan. (Tribun Medan Kolase)

Ternyata sebelum beraksi Hendrikus sempat menemui kekasihnya. 

Bahkan membagikan momen bersama sang kekasih.

Momen itu diposting di akun media sosial Facebook dan Threads miliknya.

Pada postingannya di Facebook, Hendra sempat mengunggah foto bersama seorang wanita.

Keduanya tampak berfoto di kawasan Stasiun Kereta.

Hendra terlihat memakai kaos putih, celana jins, sepatu, dan kalung.

Sementara wanita di sampingnya memakai kemeja kotak-kotak dan celana hitam.

Foto itu diunggah Hendra pada 7 April 2026, sebelum kejadian penusukan tersebut.

Sebelumnya ia bahkan memposting foto wanita itu seorang diri.

Wanita itu berfoto selfie mengenakan dress hitam di bioskop.

Pada foto-fofo lainnya, Hendra mengatakan kalau wanita itu adalah kekasihnya.

Galau ditawari kerja Rp 1 miliar

Hendrikus diketahui galau sebelum nekat menikam di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026), pukul 11.25 WIT.

Hal ini diketahui dari unggahan Hendrikus di akun media sosial Instagram miliknya sekira satu bulan lalu. 

Ia mengaku sedang bingung diberi pekerjaan dengan upah Rp 1 miliar. 

"Dikasih kerjaan 1 M ambil ginnal bintang," tulis dalam keterangan video.

Unggahan yang jadi sorotan ini menampilkan foto  Hendrikus Rahayaan duduk menghadap ke pematang sawah.

Ia terlihat memakai baju hitam bertuliskan "Bakumalawang Mati".

Dalam kolom keterangan, dia menuliskan "mikir-mikir dulu".  

Belum jelas pekerjaan apa yang membuat Hendrikus sampai bingung. 

Namun, satu bulan setelahnya Hendrikus diketahui menikam NUs Kei hingga tewas bersama Finansius Ulukyanan (FU), warga biasa.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi juga menyebut bahwa pelaku kenal dengan Nus Kei.

"Iya (pelaku kenal dengan Nus Kei)," kata Rosita saat dihubungi, Senin (20/4/2026)

Berprestasi Nasional

MAUT - Atlet MMA Hendrikus Rahayaan (HR) dan rekannya, Finansius Ulukyanan (FU) ditangkap usai diduga menghabisi Nus Kei (foto kiri).
MAUT - Atlet MMA Hendrikus Rahayaan (HR) dan rekannya, Finansius Ulukyanan (FU) ditangkap usai diduga menghabisi Nus Kei (foto kiri). (istimewa/tangkap layar instagram/golkar maluku tenggara)

Hendrikus lahir di Watran, Kota Tual, Maluku pada 6 Desember 1997.

Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts sekaligus keponakan John Kei, tokoh preman asal Maluku Tenggara di Jakarta.

Sebagai atlet MMA, Hendrikus Rahayaan punya catatan prestasi.

Pada 2024 lalu misalnya, Ia mendapatkan perunggu dalam kick boxing di nomor Low Kick 63.5 kg Putra saat PON XXI yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara. 

Selain itu dia juga berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Super Fight Muaythai–K1–Kyokushin SLC Cup yang digelar di Fairway Nine Mall, Surabaya.

Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh puluhan atlet fighting dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur. 

Di tengah ketatnya persaingan, Hendrikus tampil impresif hingga melaju ke partai final dan berhasil menang poin atas lawannya dari Sasana Bhayangkara Semarang.

Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari Program Road to Japan, yang merupakan kelanjutan dari skema reward internasional bagi atlet berprestasi.

Pada tahun 2025, Hendrikus Rahayaan juga menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa yang berlangsung di GOR Universitas Semarang, Sabtu (26/4/2025).

Dalam kelas Senior Elite 63,5 kg fighter yang dijuluki “Kei Bad Boy” itu berhasil mengalahkan petarung dari kontingen Tangerang, menegaskan dominasinya di olahraga pertarungan jarak dekat itu.

Sebagai anggota aktif Paguyuban Rambo Muaythai yang bermarkas di Semarang, Hendrikus menunjukkan dedikasi dan semangat juang tinggi.

Sebelumnya, ia juga tampil apik di beberapa pertandingan dalam ajang One Pride MMA, memperkuat reputasinya sebagai fighter tangguh level nasional.

Bukan hanya itu Hendrikus juga sempat membawa pulang dua medali emas dalam ajang bergengsi Semarang Fight Night 4 “Ring of Celebration” yang digelar di Atrium Utama Tentrem Mall Semarang pada September tahun 2025 lalu.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Olympus Fight Club (organisasi pelatihan beladiri yang berbasis di Semarang) ini mempertemukan para fighter berbakat dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara.

Tercatat Hendrikus pernah berlaga di ajang One Pride MMA, sebuah program tarung prestisius yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional.

Kebanggaan Kampus 

Hendrikus merupakan mahasiswa S1 Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Bahkan nama Hendrikus disebut oleh Universitas telah mengharumkan nama kampus. 

Hal itu ditulis oleh akun resmi Humas UNTAG pada tahun Januari 2026 lalu. 

“Hendrikus memang dikenal sebagai atlet yang konsisten mengikuti berbagai kejuaraan fighting, mulai dari muaythai, boxing, hingga kick boxing,”

“Berkat dedikasi dan disiplin tinggi, ia telah berulang kali meraih gelar juara di berbagai ajang, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNTAG Semarang untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater di berbagai bidang,” tulis unggahan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved