Berita Viral

TERKUAK Masa Lalu Hendrikus Pembunuh Nus Kei, Sejak SD Kerap Berkelahi hingga Masuk Penjara

Terkuak masa lalu Hendrikus Rahayaan (28) pembunuh Ketua DPRD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei

Tribun Medan Kolase
PEMBUNUHAN NUS KEI: Hubungan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei dan Hendrikus atlet MMA yang merupakan pembunuhanya kini tengah jadi sorotan. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Terkuak masa lalu Hendrikus Rahayaan (28) pembunuh Ketua DPRD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei.

Adapun masa lalu Hendrikus Rahayaan disorot setelah keterlibatannya dalam penusukan Nus Kei.

Ternyata Hendrikus pernah merasakan hukuman penjara akibat kasus perkelahian yang dilakukannya di masa lalu.

Pengakuannya sendiri menyebut bahwa kebiasaan berkelahi sudah ia alami sejak masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.

Perjalanan hidup tersebut memperlihatkan sisi lain dari seorang atlet yang selama ini dikenal di dunia bela diri profesional.

Dalam kasus terbaru, Hendrikus Rahayaan tidak bertindak sendiri, melainkan bersama Finansius Ulukyanan (36).

Baca juga: Suratno Ketua DPRD Magetan Menangis Digiring Masuk ke Mobil Tahanan Usai Jadi Tersangka

Keduanya ditangkap usai melakukan penyerangan terhadap Nus Kei di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.

Saat itu, korban baru saja tiba dari Jakarta dan hendak menuju area terminal untuk menghadiri agenda penting musda Partai Golkar

Namun situasi berubah drastis ketika Nus Kei tiba di depan pintu keluar bandara dan diserang secara tiba-tiba oleh orang tak dikenal.

Pelaku yang mengenakan jaket merah dan masker itu langsung melancarkan aksi penusukan di lokasi yang cukup ramai.

Di tengah kepanikan, kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berusaha menghentikan pelaku dengan membantingnya.

Namun, pelaku berhasil melawan dan melarikan diri dari kejaran di lokasi kejadian.

Sementara itu, Nus Kei yang mengalami luka parah sempat berlari masuk ke dalam area bandara sebelum akhirnya terjatuh.

Petugas yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan awal sebelum korban dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun.

Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit akibat pendarahan hebat serta luka serius pada organ vitalnya.

Baca juga: Penjelasan Ustaz Basalamah Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Kuota Haji, Kembalikan Uang 8,4 Miliar

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved