Berita Viral

SENIOR SMK Taruna Aniaya Adik Kelas yang Sedang Belajar, Ada Patah Tulang, 12 Siswa Diperiksa Polisi

Mereka menganiaya para siswa kelas X yang sedang belajar mandiri di kelas SMK Taruna Nusantara Kasuari pada Rabu (22/4/2026).

TRIBUN MEDAN
Wakil ketua DPR Papua Barat Syamsudin Seknun bersama kepala dinas pendidikan Papua Barat saat menemui kepala sekolah SMK taruna. 

Para orangtua berharap ada perbaikan sistem pembinaan di SMK Taruna Nusantara Kasuari agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sekolah Keluarkan 60 Siswa Terduga Pelaku 

Ketua Paguyuban Siswa Angkatan V, Markus Waran, menyesalkan kejadian tersebut. 

Ia mempertanyakan adanya benda seperti doka atau besi yang digunakan dalam insiden pemukulan di lingkungan sekolah. 

Sementara itu, Kepala SMK Taruna Nusantara Kasuari, Yusuf Ragainaga, mengatakan sebanyak 60 siswa yang diduga terlibat telah dikeluarkan dari sekolah. 

“60 siswa sudah kita keluarkan tadi mereka keluar dengan koper,” kata Yusuf. 

Ia juga menyatakan pihak sekolah mengakomodasi usulan evaluasi terhadap pola pembinaan berbasis asrama yang selama ini diterapkan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengatakan pihaknya menyarankan orangtua siswa korban segera melakukan visum sebagai dasar proses lanjutan. 

Menurut dia, dinas akan bersikap adil dalam menangani kasus tersebut. 

“Pelaku dalam insiden ini harus di proses dan sesuai dengan aturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku. Dan pelaku harus bertanggung jawab sesuai dengan perbuatan yang dilakukan,” kata Barnabas Dowansiba. 

Ia juga menyesalkan adanya kejadian di luar batas kewajaran yang disebut beberapa kali terjadi sebelumnya di lingkungan sekolah tersebut. 

Barnabas menambahkan, pemerintah provinsi sedang menyiapkan pembangunan gedung sekolah baru yang lebih representatif di Warmare dan ditargetkan dapat digunakan pada 2028 dengan fasilitas yang lebih memadai.

12 Orang Diperiksa Polisi

Kasus ini telah mendapatkan perhatian dari DPRD Papua Barat. Wakil Ketua DPR Papua Barat, Syamsudin Seknun mengatakan DPRD Papua Barat terus mengawal proses penegakan hukum terhadap para pelaku.

Selain itu, Syamsudin menyebut bahwa akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat dan Kepala Sekolah untuk membahas masalah tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved