Berita Viral

KRONOLOGI Teras Rumah Ditembok Diduga Anggota Ormas, Sudah Bayar Rp1 M, Pemilik Anggap Biaya Sewa

Raffa Azman membenarkan bahwa penutupan akses rumah keluarganya ditutup menggunakan tembok bata oleh sejumlah orang yang diduga berasal dari ormas.

Kompas.com
DITEMBOK - Akses keluar masuk keluarga Rafa usai dipasangi tembok oleh kelompok yang diduga ormas. Kondisinya hanya bisa dilewati satu orang, pada Selasa (21/4/2026)(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI) 

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah kronologi teras rumah ditembok.

Rumah tersebut diduga ditembok oleh anggota ormas atas suruhan pemilik sertifikat.

Padahal penghuni rumah diketahui sudah membayar Rp1 miliar.

Baca juga: Langkah Gebby di UTBK-SNBT 2026, Peserta Tuna Netra yang Kejar Cita-cita di Dunia Musik

Namun pemilik rumah malah menganggap uang tersebut sebagai biaya sewa.

Kasus ini terjadi di Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Penghuni rumah kini tak memiliki akses bebas terlebih untuk mengeluarkan kendaraannya berupa mobil dan empat sepeda motornya tidak bisa digunakan.

Baca juga: KRONOLOGI Siswi SD Tetiba Lompat dari Lantai 3, Direkam Joget Sambil Rayakan Ultah, Mau Buat Kejutan

Untuk keluar rumah, keluarga ini memanfaatkan celah kecil di bagian ujung tembok yang disusun dari bata berwarna abu-abu tersebut.

Adapun tinggi dari tembok tersebut sekitar 30 sentimeter.

Kronologi 

Anak pemilik rumah tersebut, Raffa Azman, membenarkan bahwa penutupan akses rumah keluarganya ditutup menggunakan tembok bata oleh sejumlah orang yang diduga berasal dari ormas.

“Mereka datang ramai-ramai, sekitar 10 sampai 20 orang, diduga dari ormas Pemuda Pancasila,” ujar Raffa pada Selasa (21/4/2026), dikutip dari Tribun Tangerang.

Lalu, Raffa menyebut penembokan tersebut bermula ketika keluarganya membeli rumah tersebut pada tahun 2019 lalu dari penjual yang diduga merupakan mantan anggota DPRD Kota Tangerang.

Akses keluar masuk keluarga Rafa usai dipasangi tembok oleh kelompok yang diduga ormas. Kondisinya hanya bisa dilewati satu orang, pada Selasa (21/4/2026)(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)
Akses keluar masuk keluarga Rafa usai dipasangi tembok oleh kelompok yang diduga ormas. Kondisinya hanya bisa dilewati satu orang, pada Selasa (21/4/2026)(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI) (Kompas.com)

Kala itu, harga pembelian rumah disepakati sebesar Rp1 miliar dengan membayar uang muka sekitar Rp200 juta. Adapun akad tersebut dibuktikan hanya dengan kwitansi pembelian tanpa ada bukti akta jual beli (AJB)

“Ini kita punya kuitansi pembayarannya dari awal, lengkap banget, dari tahun 2019,” kata dia.

Raffa menuturkan pembayaran uang sisa pembelian yakni Rp840 juta dan sudah dibayarkan secara lunas.

Namun, hingga pelunasan dilakukan, dia menyebut keluarganya tidak mendapatkan sertifikat rumah. Padahal, renovasi telah dilakukan secara mandiri hingga menghabiskan ratusan juta rupiah.

Baca juga: Juara Liga Inggris Musim Ini Arsenal atau Manchester City, Ini Jawaban Arsene Wanger

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved