Medan Terkini
Langkah Gebby di UTBK-SNBT 2026, Peserta Tuna Netra yang Kejar Cita-cita di Dunia Musik
Di tengah suasana hening ruang ujian, Gebby Saragih tampak serius di depan komputer. Jemarinya bergerak perlahan.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di tengah suasana hening ruang ujian, Gebby Saragih tampak serius di depan komputer. Jemarinya bergerak perlahan, menjawab satu per satu soal UTBK-SNBT 2026 dengan bantuan perangkat khusus yang disediakan panitia.
Ia datang ditemani sang kakak. Dengan tenang, perempuan berusia 20 tahun tersebut mengikuti ujian seperti peserta lainnya, sebagai penyandang disabilitas tuna netra.
Bagi Gebby, mengikuti UTBK bukan sekadar mengejar bangku kuliah. Ada mimpi besar yang sedang ia perjuangkan.
“Ingin menjadi penyanyi profesional,” ujarnya sambil tersenyum sumringah usai ujian.
Nama Gebby bukan sosok asing di dunia tarik suara. Anak muda berbakat itu pernah mencuri perhatian publik saat menjadi peserta The Voice Kids Indonesia Season 4. Penampilannya kala itu menunjukkan bakat besar yang ia miliki di bidang musik.
Perempuan yang memiliki suara indah itu memilih jurusan Pendidikan Musik sebagai pilihan utama. Selain itu, ia juga mendaftar Psikologi dan Produksi Media di sejumlah kampus negeri.
Kecintaannya pada musik sudah tumbuh sejak kecil. Dunia seni suara menjadi tempatnya menyalurkan semangat dan keyakinan diri.
“Dari kecil memang suka musik. Aku lebih ke nyanyi, tapi juga belajar piano sama biola sedikit,” katanya.
Untuk mengasah kemampuan, Gebby mengikuti les musik. Ia mengaku dukungan keluarga, terutama orang tua, menjadi alasan utama dirinya berani melangkah hingga ke ruang ujian.
Meski awalnya tidak berencana mengikuti UTBK, kegagalan di jalur SNBP membuatnya mencoba kesempatan lain.
“Aku sebenarnya pengennya ke PTS. Tapi mama bilang, coba saja UTBK, rezeki enggak ada yang tahu. Biayanya juga lebih terjangkau,” ujarnya.
Persiapan singkat sempat membuatnya minder. Banyak temannya sudah mengikuti bimbingan belajar sejak kelas 11, sementara ia baru memulai belakangan. Namun, Gebby memilih tetap maju.
“Ternyata bisa dijalanin,” katanya pelan.
Soal ujian yang awalnya ia bayangkan sulit ternyata lebih ramah bagi peserta tuna netra. Menurutnya, banyak soal disajikan secara deskriptif sehingga mudah dipahami tanpa gambar.
“Aku kira bakal banyak grafik atau gambar. Ternyata disesuaikan juga sama kami. Lebih dijelaskan pakai kata-kata,” ucapnya.
| Polsek Belawan Tangkap Begal yang Beraksi di dalam Angkot Jalan Yos Sudarso |
|
|---|
| Pekerja Proyek Islamic Center Medan Tewas, Ahli Waris Wahyu Suprio Terima Santunan 208 Juta |
|
|---|
| Sri Rezeki, Sosok Perempuan Menuju Sejarah, dari Kegagalan Pemilu ke Kursi Pimpinan DPRD Medan |
|
|---|
| Skandal Suap Proyek DJKA Medan, Terdakwa Eddy Kurniawan Akui Alirkan Rp 3,5 Miliar ke Ketua HIPMI |
|
|---|
| JETOUR Sambangi Medan, Pamerkan SUV Tangguh T2 hingga Beri Promo Khusus, Catat Tanggalnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gebby-Saragih-peserta-UTBK-SNBT-2026-penyandang-tuna-netra-mengerjakan.jpg)