Kasus Ijazah Jokowi

Dokter Tifa Kekeh Tolak Restorative Justice, Bukan Kompromi, Terinspirasi RA Kartini

Ia menyebut sikapnya terinspirasi semangat R.A. Kartini yang tidak berkompromi terhadap kebenaran.

Warta Kota/Ramadhan LQ
KASUS IJAZAH PALSU - Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (11/7/2025). Kedatangan Dokter Tifa itu adalah untuk mengklarifikasi penyelidik Polda Metro Jaya terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo, Kamis (10/7/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tetap kekeh menolak upaya restorative justice (RJ) dalam kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Tifa tidak mau berkompromi terhadap kebenaran, sehingga menyebut sikapnya terinspirasi semangat R.A. Kartini.

Dokter Tifa menyatakan penolakannya terhadap upaya restorative justice (RJ) dalam kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sikap tersebut ia sampaikan melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada peringatan Hari Kartini, 21 April 2026.

Baca juga: Viral Siswa SMP Nekat Panjat Tower 72 Meter di Cirebon Gegara Rebutan HP dengan Sang Kakak

“Kalau saya tanda tangan RJ, maka saya bukan Kartini. Saya hanya bagian dari rantai yang menghentikan kebenaran,” tulisnya.

Pernyataan itu diunggah dalam akun X pribadinya @DokterTifa dikutip TribunJakarta.com.

Berikut pernyataan dokter Tifa:

Banyak orang bicara emansipasi.
Banyak yang unggah foto berkebaya.
Banyak yang kutip nama Raden Ajeng Kartini.

Tapi izinkan saya bertanya satu hal:

Kalau Kartini hidup hari ini, dia akan diam atau melawan terhadap kepalsuan ijazah?

Kursi di ruang pemeriksaan Direskrimum Polda Metro Jaya itu, adalah batu uji sebuah keteguhan.

Dokter Tifa mengklaim dirinya pernah didatangi Termul atau Ternak Mulyono, sebutan yang merujuk kepada pendukung Jokowi.

Baca juga: PANAS Refly Harun Marahi Rismon: Saya Ikuti Kasus Ijazah Sebelum Anda Lahir!

Di situlah dua orang termul, berinisial AA dan FA mendatangi saya di hari Kamis, 29 Januari 2026, tiga bulan lalu.

Merela datang bukan membawa kebenaran. Tapi membawa opsi untuk menghentikan kebenaran.
Satu kata mereka dorong kepada saya: 

RJ. Restorative Justice.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved