Berita Viral

NASIB Hendrikus Rahayaan dan Finansius Terancam Hukuman Mati, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Setelah melalui gelar perkara intensif, kedua pelaku kini langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Maluku.

Istimewa
PELAKU PENIKAMAN NUS KEI - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) // Nus Kei semasa hidup. Beredar tampang 2 pria diduga pelaku penikaman Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, kini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif. (HO/IST/Tangkap layar instagram @golkar_maluku_tenggara/IST) 

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib Hendrikus Rahayaan dan Finansius terancam hukuman mati.

Keduanya dijerat pasal pembunuhan berencana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hendrikus Rahayaan (28) dan Finansius Ulukyanan (36) terlibat kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Baca juga: Lirik Lagu Karo Motor Giring Giring Dipopulerkan oleh Harto Tarigan

Nus Kei tewas setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara di Provinsi Maluku, Minggu (19/4/2026).

Peristiwa penikaman itu terjadi tidak lama setelah korban tiba dari Jakarta.

Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, korban tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.

“Kejadiannya itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi kepada wartawan, Minggu. 

Baca juga: Targetkan Realisasi PKB Rp 1,8 Triliun, Apresiasi Masyarakat yang Taat Bayar Pajak dengan Hadiah

"Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam," tambahnya.

Setelah melalui gelar perkara intensif, kedua pelaku kini langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Maluku.

Langkah hukum ini diambil guna memastikan proses penyidikan berjalan transparan dan profesional.

PELAKU PENIKAMAN NUS KEI - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) // Nus Kei semasa hidup. Beredar tampang 2 pria diduga pelaku penikaman Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, kini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif. (HO/IST/Tangkap layar instagram @golkar_maluku_tenggara/IST)
PELAKU PENIKAMAN NUS KEI - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) // Nus Kei semasa hidup. Beredar tampang 2 pria diduga pelaku penikaman Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, kini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif. (HO/IST/Tangkap layar instagram @golkar_maluku_tenggara/IST) (Istimewa)

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Maluku tadi malam," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rosita Umasugi, Selasa (21/4/2026).

Keduanya dijerat dengan pasal berlapis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, yakni Pasal 459 jo 20 huruf c terkait pembunuhan berencana.

Dengan jeratan ini, kedua tersangka terancam hukuman maksimal yang sangat berat.

"Ancaman hukuman terhadap kedua tersangka yakni hukuman mati, seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara," tambah Rosita.

Alasan 2 Pelaku Tikam Nus Kei hingga Tewas

Kasus penikaman yang menimpa Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, mengungkap latar belakang yang cukup mengejutkan dan sarat emosi.

Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh motif balas dendam yang telah lama dipendam oleh para pelaku.

Dua orang tersangka berinisial HR (28) dan FU (36) diketahui menyimpan rasa dendam mendalam terhadap Nus Kei.

Dendam itu muncul karena keduanya meyakini bahwa Nus Kei adalah sosok di balik kematian saudara mereka beberapa tahun silam.

Korban yang dimaksud adalah Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, yang tewas dalam sebuah insiden pembunuhan pada 2020.

"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun Alias Dani Holat," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rosita Umasugi saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan pengakuan para pelaku, tragedi yang merenggut nyawa saudara mereka itu terjadi di wilayah Jakarta dan masih membekas hingga kini.

"(Insiden pembunuhan ke Dani Holat) terjadi pada tahun 2020 di Jakarta, samping apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi," ucapnya.

Perasaan kehilangan yang tidak terselesaikan selama bertahun-tahun akhirnya berubah menjadi aksi kekerasan yang berujung penikaman.

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian untuk mengungkap lebih jauh rangkaian peristiwa dan memastikan seluruh fakta yang terkait dengan kasus tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved