Berita Viral
PILU Ikhsan Harus Berhenti Sekolah, Kini Jualan demi Bantu Orangtua, Teman Sekelas Menangis
Diketahui momen tersebut merupakan perpisahan Ikhsan dengan teman-teman kelasnya dikarena ia tak akan lagi bersekolah.
TRIBUN-MEDAN.com - Pilu Ikhsan harus berhenti sekolah.
Pasalnya ia kini berjualan demi membantu orangtua.
Teman sekelas pun menangis melihat nasib Ikhsan yang harus putus sekolah.
Baca juga: HAKIM Tolak Banding TR Ibu Tiri yang Paksa Anaknya Minum Air Panas Hingga Berujung Meninggal Dunia
Video Ikhsan bersama teman-temannya pun tengah viral di media sosial.
Siswa SMP itu menangis berpisah dengan Ikhsan.
Peristiwa ini terjadi di SMPN 1 Tanjungsari Sumedang, Jawa Barat.
Dalam narasi video yang viral di media sosial, disebutkan bahwa siswa yang putus sekolah bernama Ikhsan.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Tertuktuk Dipopulerkan oleh Rita Mariani
Video itu viral dibagikan akun TikTok @8imazing, Senin (20/6/2026).
Dalam video tersebut mulanya memperlihatkan Ikhsan disalami teman-teman sekelasnya.
Diketahui momen tersebut merupakan perpisahan Ikhsan dengan teman-teman kelasnya dikarena ia tak akan lagi bersekolah.
Terlihat Ikhsan yang mengenakan hoody abu-abu itu berdiri berusaha tegar di depan kelas.
Baca juga: SOSOK Letjen TNI Djon Affandi, Panglima Kopassus Diterpa Kabar Hoaks, Dituduh Menampar Letkol Teddy
Satu persatu tangan dan salaman teman-temannya ia sambut dengan besar hati.
Saat ia dikerumuni teman-teman laki-lakinya, Ikhsan sempat menunduk dan menyeka air mata.
Ia tampak berusaha menyembunyikan tangisan dan kesedihan di tengah kerumunan teman-teman yang menyemangatinya.
Ingin Minta Bantuan Gubernur Jawa Barat
Lewat unggahan di akun TikTok @8imazing, para siswa mengadukan kondisi Ikhsan yang putus sekolah itu lantaran demi membantu orang tuanya.
Tujuan membuat video tersebut para siswa meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serta Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, terkait nasib teman sekelasnya itu.
Diketahui teman kelasnya yang putus sekolah itu bernama Ikhsan, duduk dibangku VIII I/8i di SMPN 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Disebutkan bahwa Ikhsan terpaksa putus sekolah demi membantu keluarga dan kini berjualan di Alun-alun Tanjungsari tepatnya di depan Kantor Damkar Sumedang.
Menurut teman-teman kelasnya, sosok Ikhsan dikenal sebagai siswa rajin.
Mereka terkejut saat mendapati kondisi Ikhsan terpaksa putus sekolah oleh orang tuanya demi membantu menghidupi keluarganya.
“Kami harap bapa bisa membantu memviralkan jualannya agar laku dan laris, boleh cek vidio yang ada di akun tiktok kami,” tulis teman-teman kelasnya, dilansir dari TribunJabar.
Tak hanya itu, teman-teman kelas Ikhsan juga menyampaikan pesan bijak dan mengharukan mengenai perpisahan mereka.
Mereka menyayangkan nasib Ikhsan yang terpaksa putus sekolah demi membantu ekonomi keluarganya.
Di sisi lain, teman-temannya juga mendoakan dan meyakini akan nasib baik yang akan diterima Ikhsan suatu saat nanti.
Baca juga: SOSOK Letjen TNI Djon Affandi, Panglima Kopassus Diterpa Kabar Hoaks, Dituduh Menampar Letkol Teddy
“Rasanya sedih sekali tahu kalau kita gak bisa lagi berjuang bareng di jelas yang sama. Kita mengerti kalau keadaan ini bukan pilihanmu, tapi aku percaya di balik kesulitan ini, kamu sedang dipersiapkan untuk sesuatu yang jauh lebih besar.”
“Jangan pernah merasa rendah diri atau merasa gagal ya, karena kamu sudah melakukan yang terbaik. Kita mungkin sudah tidak satu sekolah, tapi kita akan selalu jadi sahabat.”
“Kalau kamu lagi merasa lelah atau butuh teman bicara, tolong ingat kalau pintu kita selalu terbuka buat kamu. Semangat Ikhsan, kita percaya kamu pasti bisa melewati masa sulit ini.”
“Terima kasih untuk kenangan yang pernah kita rangkai bersama, terima kasih untuk takdir yang mempertemukan kita dan terima kasih sudah saling menguatkan satu sama lain.”
“Selamat berpisah untuk sementara kawan, sampai bertemu kembali di titik kesuksesan.”
“Waktu boleh berlalu, tempat boleh berubah, tapi kenangan yang kita ciptakan di sini akan selalu abadi menjadi sebuah kisah. Terima kasih untuk canda tawa yang telah kita ukir bersama. Kita semua sayang Ikhsan,” tulis pesan bijak teman kelas Ikhsan.
Siswa Putus Sekolah di Bojonegoro
Sebanyak 5.610 anak di Kabupaten Bojonegoro tercatat tidak bersekolah hingga April 2026.
Fakta tersebut diungkapkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat memberikan arahan kepada 214 calon kepala SDN dan SMPN se-Bojonegoro, Rabu (8/4/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro itu, Nurul Azizah menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam menuntaskan persoalan pendidikan.
Ia menegaskan, para calon kepala sekolah harus mampu memastikan ribuan anak tidak bersekolah tersebut untuk kembali belajar mengenyam pendidikan dibangku sekolah.
“Kepala sekolah harus hadir sebagai pemimpin yang sigap, peduli, dan mampu memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikannya,” tegasnya.
Tak hanya itu, Nurul Azizah juga meminta para calon kepala sekolah untuk menuntaskan persoalan tersebut. Ia bahkan memasang target tegas yang harus dicapai.
Konsekuensi yang dimaksud, lanjut dia, yakni kepala sekolah yang bersangkutan diminta mengundurkan diri dari jabatannya atau menerima demosi.
“Bagi yang tidak memenuhi target, harus siap dengan konsekuensinya,” ujarnya.
Menurutnya, kepala sekolah tidak boleh ragu dalam mengemban amanah. Harus siap bekerja cepat, bergerak, dan menyelesaikan persoalan anak tidak sekolah di wilayah masing-masing.
Lebih jauh, Nurul Azizah menegaskan bahwa angka 5.610 anak tidak sekolah bukan sekadar data statistik, melainkan tanggung jawab bersama yang harus segera dituntaskan.
“Mari kita wujudkan Bojonegoro yang lebih maju melalui pendidikan yang merata,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PILU-Ikhsan-Harus-Berhenti-Sekolah-Kini-Jualan-demi-Bantu-Orangtua-Teman-Sekelas-Menangis.jpg)