Berita Viral

NASIB Bayi Ditinggal di Teras Rumah Warga, Orang Tuanya Tinggalkan Surat Minta Anaknya Dirawat

Seorang bayi ditinggal di teras rumah warga di Dusun Kalisongo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Senin (20/4/2026) pagi. 

TRIBUN MEDAN
PENEMUAN BAYI - Warga Dusun Kalisongo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo digegerkan dengan penemuan bayi di teras rumah Bram warga dusun setempat, Senin (20/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang bayi ditinggal di teras rumah warga di Dusun Kalisongo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Senin (20/4/2026) pagi. 

Orang tua bayi itu meninggalkan sepucuk surat kepada pemilik rumah. 

Bayi yang diperkirakan 7 hari ini ditinggalkan orang tuanya dengan kejam. 

Dalam sepucuk surat iu, orang tua bayi meminta agar pasutri pemilik rumah dapat merawat bayi

Bayi pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar suara tangisan sekira pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Nguter, AKP Maryadi mengatakan, bayi ditemukan dari dalam sebuah tas dengan kondisi tubuh terbalut kain.

Lalu ada secarik surat kecil disertakan bersama bayi tersebut di dalam tas.

"Pesannya ada tulisan ‘Mamah Arum dan Papah Bram, tolong rawat adek, kasihani adik’."

Baca juga: Puluhan Pedagang Pasar Bahagia Tanjungbalai Demo, Tuntut Perda Relokasi hingga Fasilitas IPAL

Baca juga: Resmi Tersangka, Dua Penikam Ketua Golkar Nus Kei Terancam Hukuman Mati

"Itu merupakan pemilik rumah, mereka pasangan suami istri (pasutri) yang informasinya belum memiliki anak,” terang AKP Maryadi, Senin (20/4/2026).

Pihaknya menjelaskan, saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan hidup dan relatif sehat.

Terdapat dugaan bayi mengalami kekurangan gizi.

“Diperkirakan bayi berusia sekira tujuh hari. Tali pusar sudah kering dan ari-arinya sudah dipotong,” paparnya.

Saat ini, bayi tersebut telah dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan kondisi kesehatan lebih lanjut.

Diketahui, bayi berjenis kelamin perempuan.

Pihak kepolisian kini pun melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orangtua bayi tersebut.

Polisi juga melakukan pendataan terhadap warga yang diketahui melahirkan pada April 2026 sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Kami melakukan penyelidikan dan mapping siapa saja yang melahirkan pada April ini."

"Kami telusuri siapa yang menaruh bayi tersebut,” tukasnya. 

Baca juga: KOPASSUS Pastikan Tidak Ada Peristiwa Panglima Kopassus Letjen Djon Tampar Seskab Teddy di Istana

Baca juga: Kepercayaan ke RS Pemerintah Masih Rendah, Zakiyuddin Ajak Relawan Edukasi Warga dan Oknum Nakal

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved