Berita Viral
Sudah Diolok-olok Muridnya, Bu Atun Maafkan Siswa SMA, Justru Doakan Selamat Dunia Akhirat
Ia meyakini bahwa peran guru tidak berhenti pada pemberian sanksi, tetapi lebih jauh membentuk karakter dan akhlak
Meski mengakui bahwa rasa sedih adalah hal yang manusiawi, Syamsiah tidak membiarkan dirinya larut dalam luka. Ia justru menjadikan keimanan sebagai penopang untuk bangkit dan tetap teguh menjalankan perannya sebagai pendidik.
Baca juga: Kantor Gubernur Kaltim Dipasang Kawat Berduri Jelang Demo 21 April, Pengamat: Itu Rumah Rakyat
Ia percaya bahwa luka batin dapat sembuh ketika dibarengi dengan niat tulus untuk menyelamatkan masa depan anak didiknya bahkan ketika mereka melakukan kesalahan.
Pembinaan Jadi Jalan Tengah
Walau secara pribadi telah dimaafkan, proses pembinaan tetap berjalan sebagai bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, memastikan bahwa sembilan siswa tersebut tidak akan dikeluarkan dari sekolah.
Sebagai gantinya, mereka akan menjalani pembinaan intensif selama tiga bulan sebuah langkah yang menitikberatkan pada perbaikan, bukan hukuman semata.
Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendorong agar sanksi bersifat edukatif, seperti kerja sosial membersihkan fasilitas sekolah, dibandingkan skorsing yang justru menjauhkan siswa dari proses belajar.
Meneguhkan Kembali Makna Pendidikan
Dari peristiwa ini, Syamsiah berharap ada refleksi yang lebih luas dalam dunia pendidikan: bahwa adab harus kembali menjadi fondasi utama.
"Adab itu hal utama. Tugas guru adalah terus sabar dan membimbing," ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan rasa kasihnya kepada para siswa, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun.
"Saya sayang kepada siswa. Semakin mereka salah, semakin saya ingin membimbingnya. Saya ingin mereka menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak," sambungnya.
Kisah ini bukan sekadar tentang pelanggaran dan sanksi, melainkan tentang makna sejati pendidikan tentang bagaimana seorang guru tetap memilih mencintai, bahkan ketika dihina.
(Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Bu Atun Diolok-olok Muridnya
Berita Viral Bu Atun Diolok-olok Siswanya
Bu Atun Maafkan Siswa yang Mengoloknya
Bu Atun
| PEGAWAI Pajak Sumut Kirim Surat Terbuka, Bursok Minta Prabowo dan Gibran Mundur, Bahas soal Skandal |
|
|---|
| Penyebab Santri di Sumedang Rela Putus Sekolah, Wakil Bupati Turun Tangan: Besok Kembali ke Sekolah |
|
|---|
| Alasan 2 Pelaku Tikam Nus Kei hingga Tewas, Dendam di Balik Penyebab Kematian Saudaranya |
|
|---|
| Kantor Gubernur Kaltim Dipasang Kawat Berduri Jelang Demo 21 April, Pengamat: Itu Rumah Rakyat |
|
|---|
| NASIB Atlet MMA Terancam Hukuman Mati Kasus Pembunuhan Nus Kei, Polisi Minta Keluarga Tahan Diri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bu-Atun-diolok-olok.jpg)