Berita Nasional

Alasan Besar Jusuf Kalla di Balik Usulkan Pemerintah Cabut BBM Bersubsidi

Menurut Jusuf Kalla, pernyataan soal pencabutan subsidi BBM yang pernah ia sampaikan hanya sebatas usulan yang boleh diterima atau tidak

Kompas.com
Ketua PMI Jusuf Kalla seusai meninjau gudang logistik PMI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/12/2025).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI) 

Terkait adanya tudingan bahwa dirinya memaksa pemerintah mencabut subsidi, JK menegaskan bahwa ia hanya menyampaikan pendapat sebagai warga negara.

"Semua oh Pak JK karena pemerintah memaksa, tidak saya tidak paksa, usul," tegasnya.

"Semua warga negara, Anda pun boleh mengusulkan apa pun ke pemerintah. Pemerintah ini pemerintah kita, apa yang salah kalau kita usulkan naik BBM yang ternyata sekarang naik BBM?" sambungnya.

Menurutnya, pemerintah memang perlu melakukan evaluasi anggaran, termasuk mengurangi subsidi untuk menekan utang negara.

Subsidi yang terlalu besar, kata dia, justru membuat masyarakat tidak cenderung berhemat dan akhirnya memicu kemacetan serta menambah beban utang.

JK juga menekankan bahwa pengguna BBM nonsubsidi umumnya berasal dari kalangan masyarakat yang mampu.

Karena itu, efisiensi anggaran tetap harus menjadi perhatian pemerintah.

"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga, dan itu dilakukan di banyak negara," katanya.

Ia menambahkan bahwa harga yang terlalu murah justru membuat masyarakat cenderung tidak berhemat.

"Kenapa? Karena kalau harga murah seperti sekarang orang tidak cenderung untuk tidak berhemat. Dia akan jalan macet jalan karena murah BBM. Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah kalau meningkat terus maka utang naik terus," pungkas JK.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved