Berita Nasional

Takut Ditembaki, Sekitar 20 Kapal Tak Berani Lewati Selat Hormuz, Putar Haluan Kembali ke Oman

Sekitar 20 kapal yang sebelumnya bersiap melintasi jalur strategis tersebut dilaporkan memilih berbalik arah.

TRIBUN MEDAN/Istimewa/X
DUA kapal tanker minyak Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, hingga saat ini diplomasi terus berjalan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Situasi di kawasan Selat Hormuz kembali memanas dan berdampak langsung pada aktivitas pelayaran internasional.

Sekitar 20 kapal yang sebelumnya bersiap melintasi jalur strategis tersebut dilaporkan memilih berbalik arah.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (18/4/2026), ketika kapal-kapal tersebut memutuskan mengubah haluan menuju Oman demi menghindari risiko yang meningkat di kawasan.

Langkah itu diambil setelah militer Iran kembali menutup Selat Hormuz.

Penutupan ini disebut sebagai respons atas blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang hingga kini masih berlangsung.

Ketegangan ini pun berdampak langsung pada lalu lintas kapal niaga yang hendak memasuki Teluk Persia.

Ilustrasi kapal tanker
Ilustrasi kapal tanker (TRIBUN MEDAN/Istimewa/PIXABAY/GERHARD TRASCHUTZ))

Dikutip dari The Wall Street Journal, para perantara pelayaran di Athena dan Singapura yang mengatur muatan kapal-kapal tersebut mengungkapkan situasi di lapangan.

Mereka mengatakan, kapal-kapal itu telah menunggu untuk memasuki Teluk Persia melalui koridor Larak utara.

Tak hanya itu, para operator kapal bahkan telah menyepakati biaya tambahan yang cukup besar demi bisa melintas.

Mereka bahkan telah setuju untuk membayar biaya tol yang dikenakan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebesar 2 juta dollar AS per kapal.

Namun, di tengah meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian keamanan, keputusan berbalik arah dinilai sebagai langkah paling aman.

Perkembangan ini kembali menunjukkan betapa krusialnya Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan energi dunia, sekaligus titik rawan yang sensitif terhadap konflik geopolitik global.

Menurut seorang pemilik kapal kontainer asal Hong Kong yang sedang menunggu untuk melintasi selat tersebut, mereka sekarang berbalik arah karena IRGC mengirimkan pesan radio bahwa selat tersebut ditutup.

Tidak ada kapal selain yang dikendalikan oleh Iran yang melintasi jalur utama di tengah perairan tersebut sejak perang dimulai pada 28 Februari. 

Diketahui, sekitar 130 kapal menggunakan jalur tersebut setiap hari sebelum perang.

Selat Hormuz ditutup kembali

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved