Berita Viral

NASIB 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Lecehkan Guru, Kadis Pendidikan: Kita Panggil Semua Orang Tua

Dinas Pendidikan Jawa Barat angkat bicara soal 9 siswi SMAN 1 Purwakarta yang acungkan jari tengah ke guru. 

IST/Tribun Jabar/Eki Yulianto/Tangkapan Layar
SISWA LECEHKAN GURU - Aksi pelecehan terhadap guru oleh sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta (kiri) dan Dedi Mulyadi (kanan). Aksi itu terjadi sesaat setelah kegiatan belajar mengajar selesai di kelas 

TRIBUN-MEDAN.com - Dinas Pendidikan Jawa Barat angkat bicara soal 9 siswi SMAN 1 Purwakarta yang acungkan jari tengah ke guru

Kadis Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengungkapkan kronologi siswi SMAN 1 lecehkan guru

Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Kamis, (16/4/2026) sesaat setelah kegiatan pembelajaran selesai di kelas. 

Menurutnya, insiden bermula usai siswa mengikuti kegiatan pengolahan aneka makanan di sekolah. 

“Setelah kegiatan itu selesai, kemudian terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak tersebut,” ujar Purwanto, Sabtu (18/4/2026), seraya menyebut video kejadian itu baru menyebar luas dua hari kemudian.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak sekolah langsung memanggil para siswa yang terlibat beserta orang tua mereka untuk dilakukan klarifikasi dan pembinaan. 

Dalam proses pemeriksaan awal, para siswa disebut telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan penyesalan. 

Purwanto menyebutkan bahwa respons keluarga juga menunjukkan sikap tidak membenarkan tindakan tersebut. 

“Orang tua juga menyayangkan kejadian ini, dan sekolah langsung melakukan langkah pembinaan,” katanya.

Baca juga: DILEMA Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu Tapi Digaji Cuma Rp 300 Ribu Per Bulan

Baca juga: Mabes Polri Periksa Senpi di Polres Batubara, Hasilnya Aman dan Terawat

Dinas Pendidikan Jawa Barat masih mendalami motif di balik tindakan para siswa kelas XI IPS tersebut terhadap guru bernama Atum yang baru bertugas di sekolah itu. 

Purwanto menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan alasan di balik insiden tersebut dan menyerahkan pendalaman lebih lanjut kepada pihak sekolah bersama tim terkait. 

“Untuk alasannya, kami belum sampai ke sana. Itu masih didalami oleh pihak sekolah,” ucapnya.

Di sisi lain, Purwanto menilai kasus ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya dinamika perilaku remaja yang tidak hanya dipengaruhi lingkungan sekolah, tetapi juga ruang digital yang mereka konsumsi sehari-hari. 

Ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan pendidikan karakter secara menyeluruh. 

“Anak-anak sekarang tumbuh tidak hanya di sekolah, tapi juga di ruang digital. Ini perlu perhatian serius dari orang tua dan sekolah,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved