Berita Viral

Kronologi Polisi Polres Nganjuk Digrebek Keluarga, Diduga Selingkuh dengan ASN, Ngontrak Bareng

Situasi memanas ketika keluarga mendatangi rumah kontrakan yang diduga menjadi tempat pertemuan mereka.

HO
Ilustrasi Polisi Selingkuh - Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum polisi di Polres Nganjuk berinisial DEP dengan ASN Pemkab Nganjuk berinisial AN yang menyita perhatian. 

TRIBUN-MEDAN.com - Simak kronologi kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum polisi di Polres Nganjuk berinisial DEP dengan ASN Pemkab Nganjuk berinisial AN yang menyita perhatian.

Kejadian ini terjadi di sebuah rumah kontrakan yang berada di kawasan Griya Anjuk Ladang 3, Blok L, Nomor 1, Jalan Serayu, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk.

Keduanya diketahui sedang berduaan saat kejadian berlangsung pada Jumat siang (17/4/2026).

Kecurigaan pihak keluarga akhirnya mengarah pada lokasi tersebut hingga dilakukan penggerebekan.

Situasi memanas ketika keluarga mendatangi rumah kontrakan yang diduga menjadi tempat pertemuan mereka.

Baca juga: Update OTT di Tebingtinggi, Polda Tetapkan 2 Pejabat Dinas Kominfo Tersangka,Ada Keponakan Wali Kota

Ketegangan pun tak terhindarkan saat upaya membuka komunikasi dilakukan dari luar rumah.

Pihak keluarga berulang kali meminta DEP dan AN untuk keluar dari dalam rumah.

 Namun, permintaan tersebut tidak mendapatkan respons dari keduanya.

Sikap tertutup itu justru semakin memicu kecurigaan dan emosi pihak keluarga yang berada di lokasi.

Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat dan aparatur sipil negara.

Aksi ini pun mengundang perhatian warga. 

Para warga berbondong-bondong keluar rumah. 

Baca juga: Resmi! 18 April 2026 BBM Naik Gila-gilaan, Pertamax Turbo Tembus Rp 19.400

Ketua RT 3 RW 5 perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Kartoyo membenarkan hal ini. 

Penggerebekan dilakukan pihak keluarga pada pada Jumat (17/4/2026) sekira pukul 14.30 WIB. 

"Saya dilapori oleh pihak keluarga terkait penggerebekan dugaan perselingkuhan ini. Saya pun ke lokasi rumah kontrakan, diikuti warga lain karena situasinya gaduh. Keduanya sudah diminta keluar, tapi diabaikan," katanya, kepada Tribun Jatim Network. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved