Berita Viral

KISAH PILU Sri Apriliani Gadis Yatim-Piatu Sendirian di Gubuk Reot, Putus Sekolah Tak Kuat Dibully

Sri Apriliani gadis yatim-piatu putus sekolah karena tidak kuat menahan bullyan dari teman-teman.

TRIBUN MEDAN
KISAH YATIM PIATU - Sosok Sri Apriliani gadis desa di Sukabumi yatim piatu hidup sendiri di rumah rapuh di Kampung Pasir Muncang, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Ia putus sekolah karena dibully akibat kondisi tangannya. 

Kini, Sri tinggal sendirian di rumah peninggalan orang tuanya yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Rumah tersebut tidak memiliki kamar mandi di dalam, sehingga Sri harus keluar rumah jika ingin ke kamar mandi, hal yang membuatnya ketakutan saat malam hari. 

Pintu rumah yang rusak dan bangunan yang mulai bolong membuatnya merasa tidak aman, sehingga ia sering mengungsi ke rumah nenek atau saudaranya jika malam tiba. 

Untuk makan sehari-hari, Sri sering mengandalkan kebaikan hati saudara dan neneknya.

Di usianya yang sudah cukup dewasa, di dalam lubuk hatinya Sri mengaku ingin bekerja.

Namun niatnya tersebut selalu gagal karena ketidakpercayaan dirinya akibat trauma bullying yang diterimanya.

Nangis Dapat Donasi saat Ulang Tahun

Pertemuan tim konten kreator Youtube HDW Channel dengan Sri ternyata bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-22. 

Di hari spesial yang biasanya dirayakan dengan kebahagiaan, Sri hanya memiliki keinginan sederhana.

Ia mengaku memperbaiki rumah agar memiliki kamar mandi di dalam rumah.

Ia juga memiliki cita-cita ingin mengganti ponselnya yang layak karena miliknya saat ini sudah sering mengalami gangguan (nge-lag).

Meskipun merasa tidak percaya diri untuk bekerja karena kondisi tangannya, Sri tetap menunjukkan ketegaran.

Di akhir pertemuan, Sri mendapatkan kado tak terduga berupa bantuan uang tunai sebesar Rp500.000 dari seorang donatur asal Malaysia, Bapak Azmi Ismail. 

Isak tangis haru tak terbendung saat Sri menerima bantuan tersebut, yang rencananya akan ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ditabung.

Kisah Sri Apriliani adalah pengingat bagi kita semua tentang pentingnya empati dan dukungan bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan di sudut-sudut desa yang terlupakan.

 (*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jatim

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved