Berita Viral

Dianggap Janggal, Dendam Pribadi Jadi Motif 4 Prajurit BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus

TAUD mempertanyakan bentuk dendam pribadi yang mampu menggerakkan banyak orang untuk menyerang aktivis 

Editor: Juang Naibaho
KompasTV
PENYIRAM AIR KERAS - Wajah pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang terekam kamera CCTV Dishub DKI Jakarta hingga CCTV ETLE sebelum melakukan aksinya pada Kamis (12/3/2026) sore sekira pukul 16.30 WIB. (Tangkapan layar YouTube Kompas TV) 

Ia menegaskan, pihaknya telah berupaya memanggil Andrie untuk dimintai keterangan. 

Namun, korban masih menjalani perawatan di RSCM sehingga belum memungkinkan untuk diperiksa. 

"Dalam hal ini diwakili oleh LPSK, ada penyampaian dari LPSK tersebut bahwa saksi korban belum bisa dimintai keterangan sampai dengan beberapa waktu ke depan, dan kami tidak mengetahui secara rinci karena alasan kesehatan," jelas Andri. 

Tidak Libatkan Hakim Ad Hoc 

Kepala Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, memastikan sidang kasus ini akan digelar secara terbuka tanpa melibatkan hakim ad hoc. 

Ia menjelaskan, hingga saat ini pengadilan belum menunjuk majelis hakim karena masih melakukan penelitian berkas perkara. 

"Kalau sudah register, saya akan menetapkan hakim. Jadi penetapan hakim dan seluruhnya hakim karier, yakni hakim militer, bukan hakim ad hoc," kata Fredy. 

Duduk Perkara 

Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam. 

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan peristiwa bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor YLBHI, Menteng. 

"Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Dimas.

Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor. 

Warga sekitar kemudian memberikan pertolongan, sementara pelaku melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya. 

Dalam kondisi terluka, Andrie sempat kembali ke tempat tinggalnya sebelum akhirnya dibawa ke RSCM untuk mendapatkan perawatan medis pada Jumat (13/3/2026) dini hari. 

Berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Andrie mengalami luka pada mata kanan serta luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh akibat disiram air keras. 

Setelah kejadian, empat prajurit BAIS TNI diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved