Berita Viral
Apa Itu SnapBoost, Aplikasi yang Viral Disebut Investasi Bodong?
SnapBoost (sering ditulis Snapboost) adalah aplikasi penghasil uang berbasis misi tugas,
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- 725 orang di Blora, Jawa Timur telah menjadi korban investasi bodong
- Mereka mengaku mendepositkan uangnya di aplikasi SnapBoost
- Aplikasi SnapBoost adalah aplikasi penghasil uang berbasis misi tugas, biasanya lewat aktivitas menonton atau men‑“like” video pendek di platform‑platform seperti TikTok, YouTube, Facebook, dan Instagram, lalu mendapat komisi dari tiap tugas yang dikerjakan
- Namun, setelah menyelesaikan misi, para korban tidak bisa menarik uangnya lagi
TRIBUN-MEDAN.COM,- Sekitar 725 warga Blora, Jawa Timur menjadi korban investasi bodong aplikasi SnapBoost.
Korbannya mulai dari guru, bahkan siswa sekolah.
Kasus ini terbongkar ketika para korbannya tidak bisa melakukan penarikan uang.
Baca juga: Apa Itu Bobibos? Apa Kandungannya dan Amankah untuk Mesin?
Padahal, korban sudah melakukan deposit, dan berharap bisa mendapat keuntungan dari aplikasi tersebut.
Kini, kasus investasi bodong SnapBoos tersebut tengah ramai diperbincangkan.
Seorang guru bernama Diana ikut terseret dalam kasus ini, sebab ada beberapa siswa yang diduga menjadi korban investasi bodong tersebut.
Lalu, apa sebenarnya aplikasi SnapBoost ini?
Baca juga: Apa Itu Siklon Narelle dan Dampaknya Terhadap Indonesia yang Picu Fenomena Langit Merah di Australia
Apa Itu Aplikasi SnapBoost?
SnapBoost (sering ditulis Snapboost) adalah aplikasi penghasil uang berbasis misi tugas, biasanya lewat aktivitas menonton atau men‑“like” video pendek di platform‑platform seperti TikTok, YouTube, Facebook, dan Instagram, lalu mendapat komisi dari tiap tugas yang dikerjakan.
Adapun cara kerjanya, aplikasi ini menawarkan sistem “4‑in‑1”, artinya satu akun bisa digunakan untuk menonton/mengerjakan tugas di empat platform sosial media besar sekaligus.
Baca juga: Apa Itu PT ATIC Tbk? Ignasius Jonan Mundur dari Jabatan Presiden Komisaris
Pengguna biasanya diminta mendaftar, verifikasi, lalu sering kali diminta deposit/uang muka untuk memulai job atau paket level yang lebih tinggi, kemudian menyelesaikan tugas dan mengajak rekrut anggota baru.
Seperti kasus di Blora, Jawa Timur, para korbannya mendepositkan uang dengan jumlah yang beragam.
Adapun iming-imingnya, uang yang didepositkan korban akan bertambah jika selesai menjalankan tugas.
Namun faktanya, setelah tugas selesai, uang malah tidak bisa ditarik.
Baca juga: Apa Itu Rukyatul Hilal? Ini 96 Titik Pemantauan Hilal di Indonesia, 2 Ada di Sumut
Para korban kemudian panik, lantaran merasa tertipu oleh aplikasi SnapBoost ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SnapBoost.jpg)