Berita Viral
TANGIS Ibu Bripda Natanael Simanungkalit Polisi Tewas Dianiaya Senior di Asrama
isak tangis ibunda Bripda Natanael Simanungkalit polisi tewas dianiaya senior di asrama
Ia juga meminta agar anggota polisi yang bertugas saat malam kejadian turut diperiksa serta berharap dapat mengakses Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
"Kami berharap, anak kami ini yang pertama dan terakhir. Supaya anak-anak kita yang menjadi polisi tetap tumbuh semangatnya," harapnya.
Prosesi pemakaman kedinasan berlangsung khidmat dengan penghormatan penuh dari institusi kepolisian. Peti jenazah berwarna putih diselimuti bendera Merah Putih sebagai simbol penghargaan atas jasa almarhum.
Setibanya di lokasi pemakaman sekitar pukul 12.30 WIB, rangkaian upacara dimulai dengan pembacaan riwayat hidup serta ungkapan belasungkawa dari Polda Kepri. Regu salvo pun bersiap memberikan penghormatan terakhir.
Baca juga: Usai Dianggap Hambur-hamburkan Anggaran, Kini BGN Sebut Arah Baru MBG Untuk Anak Kurang Mampu
Tembakan salvo dilepaskan ke udara secara serentak, memecah keheningan. Suara tembakan menggema, mengiringi prosesi terakhir sebelum jenazah dimakamkan.
Setelah itu, jenazah dimasukkan ke liang lahat dengan penuh khidmat. Inspektur upacara, Doddy, menyampaikan duka mendalam atas kepergian anggotanya.
"Atas nama negara dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, kami mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum Bripda Natanael Simanungkalit," ujarnya.
Ia menyebut almarhum wafat pada 14 April 2026 di RS Bhayangkara Polda Kepri sekitar pukul 00.30 WIB.
"Semoga darma bakti yang telah ditempuh menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa," katanya
Penyebab Bripda Natanael Tewas Dianiaya Senior
Terungkap kronologi penganiayaan yang menewaskan Bripda Natanael Simanungkalit.
Bripda Natanael merupakan anggota Ditsamapta Polda Kepulauan Riau (Kepri)
Kasus penganiayaan polisi diduga dilakukan seniornya.
Korban ditemukan tewas di Rumah Susun (Rusun) Asrama Polda Kepri pada Senin (13/4/2026) malam. Kapolda Kepri Irjen Asep Safruddin mengatakan kematian anggotanya itu diduga dianiaya oleh seniornya. "Dugaan sementara seperti itu (dianiaya senior) dari hasil pemeriksaan terhadap terduga dan beberapa orang saksi lainnya," kata Asep saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (14/4/2026).
Ia mengatakan Bidang Propam Polda Kepri pun langsung bergerak dan mengamankan sejumlah anggota polisi yang diduga terlihat dalam kasus tersebut.
"Propam telah mengamankan 8 orang anggota Samapta Polda, 1 orang diduga sebagai pelaku. Yanb lainnya masih dalam proses pendalaman," tuturnya.
Saat ini, lanjut Asep, proses autopsi masih berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian korban.
*/TRIBUN-MEDAN.COM
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PILU-Bripda-Natanael-Simanungkalit-Diduga-Dianiaya-Senior-Hingga-Tewas-Terduga-Pelaku-Diamankan.jpg)