Perang AS dan Israel vs Iran

Blokade AS di Selat Hormuz Lumpuhkan Pelabuhan Iran, Teheran Ancam Tutup Laut Merah

Blokade AS melumpuhkan pelabuhan Iran, meski jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz tetap terbuka. 

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Militer Iran mengeluarkan peringatan akan memblokade perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk Persia dan Laut Oman, jika blokade AS di Selat Hormuz berlanjut. 

Blokade tidak menghentikan lalu lintas kapal di selat, tetapi dirancang untuk mencegah kapal memasuki atau keluar dari pelabuhan dan garis pantai Iran. 

Secara keseluruhan, lebih dari 10.000 personel militer AS, termasuk pelaut, marinir, dan awak udara, terlibat dalam operasi tersebut, didukung lebih dari selusin kapal perang dan pesawat. 

Kapal-kapal yang dikerahkan antara lain kapal induk USS Abraham Lincoln, kapal serbu amfibi USS Tripoli, serta sejumlah kapal perusak berpeluru kendali. 

Meski blokade diberlakukan, kapal komersial masih melintasi Selat Hormuz. 

Lebih dari 20 kapal, termasuk kapal kargo, kontainer, dan tanker, tercatat melintas pada hari Selasa, menurut dua pejabat AS. 

Namun, volume tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan sebelum konflik terjadi. 

Meski begitu, peningkatan arus kapal ini dinilai sebagai perkembangan positif di salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia. 

Sebuah kapal tanker China yang berada di bawah sanksi AS bahkan dilaporkan berbalik arah setelah mencoba keluar melalui selat tersebut, menunjukkan dampak langsung dari pengawasan ketat yang diterapkan. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved