Berita Nasional
Senyum Menteri ESDM Bertemu Menteri Energi Rusia, Sebut akan Dapat Pasokan BBM dan LPG
kedua negara membahas langkah konkret untuk memperluas kerja sama di sektor energi, termasuk pasokan minyak mentah dan gas.
Dalam sektor energi, hal ini sering dipicu oleh faktor geopolitik seperti konflik antarnegara, kebijakan produksi, serta gangguan distribusi.
Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok tertentu.
Dalam hal ini, Rusia dinilai sebagai mitra potensial karena memiliki cadangan energi besar serta pengalaman panjang di industri minyak dan gas.
Bahlil menilai bahwa kerja sama ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
Ia juga menekankan bahwa diversifikasi sumber energi menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Implikasi bagi Masa Depan Energi Indonesia
Jika kerja sama ini terealisasi, Indonesia berpotensi mendapatkan pasokan energi yang lebih stabil dan beragam.
Selain itu, kolaborasi dengan Rusia juga dapat membuka peluang investasi baru di sektor energi, termasuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan teknologi.
Langkah ini sekaligus menunjukkan upaya pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global.
Dengan menjalin kemitraan strategis dengan negara produsen energi besar, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Berapakah produksi minyak mentah dari Rusia?
Dimuat ceicdata.com produksi minyak mentah Rusia dilaporkan sebesar 9.193,336 Barel/Hari pada Desember 2024 lalu.
Angka ini menunjukkan penurunan dari angka sebelumnya sebesar 9.597,482 Barel/Hari untuk Desember 2023.
Data produksi minyak mentah Rusia diperbarui setiap tahun, rata-rata 7.754,318 Barel/Hari dari Desember 1960 hingga 2024, dengan 65 pengamatan.
Data tersebut mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 11.152,736 barel/hari pada tahun 1987 dan titik terendah sebesar 2.683,100 barel/hari pada tahun 1960
Sebagai perbandingan produksi minyak mentah Rusia tiga kali lipat lebih besar dari Iran yang hanya mencapai 3.176.000 Barel/Hari.
Namun demikian, produksi minyak mentah Rusia jauh di bawah Amerika Serikat (AS) yang mencapai 13.208.219 Barel/Hari.
Adapun Rusia menempati posisi ketiga negara produsen minyak mentah terbesar di dunia setelah Arab Saudi yang mencapai 10.110.000 Barel/Hari.
Sehingga negara terbesar produsen minyak mentah adalah AS, disusul Arab Saudi, kemudian Rusia.
Sementara Indonesia dari data 2002 hingga tahun 2016 rata-rata hanya bisa memproduksi 739.000 Barel/Hari.
Padahal kebutuhan minyak Indonesia mencapai sekitar 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari pada 2024–2025, yang didorong oleh tingginya konsumsi BBM.
Sehingga produksi minyak mentah di Indonesia selalu defisit dari kebutuhan dalam negeri.
Hal inilah yang memaksa Indonesia terus impor minyak mentah dan BBM sebanyak 400.000-500.000 barel per hari untuk menutup kekurangan.
Artikel ini telah tayang di Kompas
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Heboh Penerbangan Militer Pesawat AS, Apakah Melanggar PP No 4 Tahun 2018? |
|
|---|
| Disebut Rismon Peneliti Gadungan, Reaksi Roy Suryo: Si Omon, Dia Sudah Menjadi Zombie |
|
|---|
| Meresahkan Siasat Licik Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Kunci Bawahan dengan Surat Undur Diri Kosong |
|
|---|
| 6 Poin Ceramah Jusuf Kalla yang Paling Disorot, Kalimat soal Mati Syahid Kini Jadi Polemik |
|
|---|
| Fakta Baru Gus Yaqut Siapkan Uang 1 Juta Dollar AS untuk Kondisikan Pansus Haji, KPK Ungkap Asalnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bahlil-rusia-tribunmedan.jpg)