Berita Viral

Setelah Jadi Sorotan Kepala BGN Bicara soal Anggaran 113 Miliar untuk Perusahaan EO

Viral di media sosial Badan Gizi Nasional (BGN) menggunakan anggaran fantastis untuk  jasa event organizer (EO).

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/ANISA
KEPALA BGN - Kepala BGN Dadan Hindayana 

TRIBUN-MEDAN-MEDAN.com - Viral di media sosial Badan Gizi Nasional (BGN) menggunakan anggaran fantastis untuk  jasa event organizer (EO).

Ada 16 perusahaan EO mendapatkan tender atau kontrak dari BGN dengan anggaran Rp 113 Miliar

Setelah jadi sorotan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana angkat bicara.

 

Baca juga: INI Dalih Dubes Iran Kenapa Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melewati Selat Hormuz

Anggaran itu tercatat dalam data Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) untuk 31 paket pekerjaan dengan total kontrak kisaran Rp113.916.541.381.

Anggaran tersebut diketahui masuk ke dalam 16 perusahaan.

Dadan beralasan, pihaknya belum memiliki keahlian mumpuni dalam penyelenggaraan event, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang berskala besar dan kompleks, diperlukan dukungan pihak profesional.

EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara yang profesional, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional.

“Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelasnya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Lebih lanjut, kehadiran jasa EO merupakan bagian dari kebutuhan strategis BGN sebagai lembaga baru yang tengah membangun sistem dan tata kelola operasional.

Pada tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri.

Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib.

Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.

"Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," ujar Dadan.

Ia menjelaskan, kegiatan BGN yang dipegang oleh EO bukan sekadar acara seremonial saja, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional dan juga kegiatan strategis lainnya seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) para penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola oleh SDM yang terlatih.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved