Ijazah Jokowi

Pesan Emosional Dokter Tifa Untuk Rismon, Singgung Awal Pertemuan di Ruang 109 UGM dan Pengkhianatan

Dokter Tifa, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, menuliskan pesan emosional kepada Rismon Sianipar.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, menuliskan pesan emosional kepada Rismon Sianipar. 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah tak lagi seiring sejalan dalam polemik tudingan ijazah palsu Jokowi, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, menuliskan pesan emosional kepada Rismon Sianipar.

Pesan itu disampaikan Dokter Tifa melalui akun X pribadinya, @DokterTifa.

Dalam pesannya, Dokter Tifa menyinggung awal pertemuan bersama Rismon Sianipar dan Roy Suryo. 

Selain itu, dia juga menuliskan tentang pengkhianatan yang ditujukan pada Rismon karena berbalik arah meminta maaf kepada Jokowi dan mengajukan Restorative Justice (RJ) dalam kasus ini.

Tifa mengingatkan awal perjuangan mereka bertiga dalam menuntut kebenaran ijazah Jokowi pada 15 April 2025 di Ruang 109 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Hari itu bukan sekadar hari pertemuan pertama. Hari itu adalah titik mula sebuah perjalanan yang tidak ringan, bahkan mungkin terlalu berat untuk manusia biasa. Dan sejak hari itu, kita bukan lagi sekadar rekan seperjuangan. Kita menjadi tiga sahabat," tulis Dokter Tifa, dikutip pada Minggu (12/4/2026).

Dokter Tifa juga menuliskan bahwa dirinya dan Roy Suryo sudah menganggap Rismon sebagai seorang adik, bukan sekadar partner biasa.

"Aku dan Mas Roy, menganggapmu bukan hanya partner dalam mencari kebenaran, tapi adik kami sendiri. Ada rasa ingin menjaga. Ada rasa percaya yang tumbuh tanpa dibuat-buat. Ada keyakinan bahwa kita bertiga adalah satu barisan kecil yang tak akan terpisahkan," ungkap Dokter Tifa.

Dalam pesannya itu, Dokter Tifa juga mengatakan dirinya masih ingat betul bagaimana dengan semangatnya Rismon bicara soal ijazah palsu Jokowi pada saat itu, yaitu penuh dengan keyakinan dan berapi-api.

Bahkan, Dokter Tifa juga menyinggung soal surat kematian yang ditulis Rismon dan ijazah S1-S2 Rismon di Yamaguchi, Jepang, yang kini juga dipersoalkan oleh kubu Jokowi karena dituding palsu.

Dokter Tifa menyesalkan hal tersebut sehingga membuat Rismon memutuskan untuk berbalik arah karena merasa terancam dengan itu.

"Mengapa kamu tidak bicara. Mengapa kamu memilih diam, lalu berbalik arah? Padahal sejak awal, kita berjalan bukan sebagai orang asing. Kita berjalan sebagai tiga sahabat. Aku dan Mas Roy sudah menganggapmu sebagai  adik, yang seharusnya bisa datang kapan saja, membawa beban seberat apa pun, tanpa takut dihakimi," ungkapnya.

"Kalau memang di masa lalu ada yang pernah keliru, kalau pernah ada kebohongan, kalau pernah ada langkah yang salah, itu bukan akhir dari segalanya, Rismon. Tidak ada manusia yang bersih tanpa cela. Dan tidak ada masalah yang benar-benar buntu, jika kita hadapi bersama, dengan jujur."

"Kita bisa cari jalan keluar. Kita bisa berdiri bersama. Kita bisa memperbaiki, apa pun itu. Tapi yang terjadi, justru sebaliknya. Kamu memilih jalan sendiri. Kamu menjauh. Dan pada titik tertentu… kamu berdiri di sisi yang berseberangan. Bahkan kamu sekarang memusuhi kami," papar Dokter Tifa.

Oleh karena itu, Dokter Tifa pun mempertanyakan sikap Rismon yang memilih berkhianat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved