Berita Viral

Tragedi di Danau Toba: Frater Muda Christopher Tenggelam saat Rekreasi

Seorang frater muda, Christopher (21), tenggelam di perairan Danau Toba pada Sabtu, 11 April 2026.

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
FRATER TENGGELAM - Korban tenggelam berinisial CR (21) masih dalam pencarian hingga hari ini, Minggu (12/4/2026). Ibu korban yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Suasana duka menyelimuti komunitas Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Santo Yohannes Pematangsiantar setelah seorang frater muda, Christopher (21), tenggelam di perairan Danau Toba pada Sabtu (11/4/2026).

Ia tengah menempuh pendidikan semester dua di STFT, bagian dari Unika Santo Thomas Medan, sebagai persiapan menjadi imam Katolik.

Setelah mengikuti kegiatan studi dan corretio fraterna, rombongan frater bersama Romo Ngadiono berkunjung ke kawasan Air Terjun Situmurun untuk rekreasi.

Mereka berenang menikmati sejuknya air Danau Toba.

Namun, di tengah aktivitas itu, Christopher mengalami kram pada kaki dan kelelahan.

Ia sempat berteriak meminta tolong, tetapi derasnya arus membuat tubuhnya cepat terseret dan tenggelam.

Romo Ngadiono yang berada di lokasi menyampaikan bahwa teman-teman frater berusaha menolong, namun arus kuat membuat upaya itu sia-sia.

Rombongan segera melapor ke Tim SAR dan kepolisian.

TENGGELAM - Korban tenggelam berinisial CR (21) masih dalam pencarian hingga hari ini, Minggu (12/4/2026). Ibu korban yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris.
TENGGELAM - Korban tenggelam berinisial CR (21) masih dalam pencarian hingga hari ini, Minggu (12/4/2026). Ibu korban yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Upaya Pencarian

Tim Basarnas Danau Toba langsung melakukan pencarian dengan menurunkan penyelam dan menggunakan sonar aquaeye.

Namun, kedalaman titik tenggelam mencapai 105 meter, sehingga pencarian sangat sulit.

Kepala Koordinator Basarnas, Erikson Gultom, menegaskan bahwa korban tidak menggunakan pelampung saat berenang, sehingga risiko semakin besar.

Hingga Minggu sore, jasad korban belum ditemukan, dan pencarian dilanjutkan pada Senin, 13 April 2026.

Ibu korban yang datang dari Batam tak kuasa menahan kesedihan.

Di tepi Danau Toba, ia berlutut, menangis histeris, dan memohon kepada Tuhan agar jasad putranya segera ditemukan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved