Berita Viral

INI Dalih Dubes Iran Kenapa Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melewati Selat Hormuz

Kapal-kapal di Selat Hormuz masih harus melalui negosiasi dengan otoritas Iran karena ketegangan di kawasan belum mereda

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
KONDISI PERANG IRAN: Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Broujerdi (kiri) melakukan wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra (kanan) di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026). Dalam wawancara tersebut Mohammad Broujerdi banyak membahas tentang serangan-serangan Amerika Serikat (AS)-Israel yang banyak membunuh warga sipil di Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Dalih Dubes Iran Kenapa Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melewati Selat Hormuz
  • Ada Beberapa Protokol yang Harus Dilalui terkait Kapal-kapal yang Hendak Melewati Selat Hormuz
  • Harus Ada Negosiasi dengan Pihak Petinggi Keamanan Republik Islam Iran
  • Seluruh Negara tanpa Terkecuali Wajib Mengikuti Prosedur Tersebut karena Kondisi Kawasan Belum Normal

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kapal-kapal yang belum bisa melewati Selat Hormuz masih harus melalui negosiasi dengan otoritas Iran karena ketegangan di kawasan belum mereda.

Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat merespons pertanyaan terkait kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di jalur tersebut.

Ia berdalih, kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz harus negosiasi dulu dengan pihak petinggi keamanan Iran.

"Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak petinggi keamanan Republik Islam Iran," kata Boroujerdi dilansir dari Kompas.com, Minggu (12/4/2026). 

Ia menegaskan, seluruh negara tanpa terkecuali wajib mengikuti prosedur tersebut karena kondisi kawasan belum normal.

"Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi yang biasa-biasa saja," ujarnya.

Dua Kapal Tanker Pertamina sampai Sekarang Masih Tertahan di Teluk Persia

Sebelumnya, Kamis (9/4/2026), menjelang negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz dengan alasan risiko ranjau laut.

Namun demikian, pada Jumat (10/4/2026), Selat Hormuz belum dapat dibuka sepenuhnya karena semua ranjau laut yang dipasang saat perang belum dapat ditemukan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Pemerintah Indonesia supaya kapal milik Pertamina dapat melintas dengan aman.

"Intinya kami mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz," ujar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Adapun menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder per Sabtu sore, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.

Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab. 

Perundingan AS-Iran Gagal 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved