Berita Viral

Dituding Kirim Senjata ke Iran, Trump: Jika Itu Dilakukan, China Akan Menghadapi Masalah Besar, Oke!

Intelijen AS menyebut, China bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara mereka kepada Iran, dan dianggap menjadi langkah provokatif

Editor: AbdiTumanggor
CBS News via Twitter/@nikobloop
Presiden Donald Trump 

Ringkasan Berita:
  • Intelijen AS Tuduh China Kirim Senjata ke Iran
  • Pengiriman di Tengah Gencatan Senjata
  • Diduga Lewat Negara Ketiga
  • Presiden Trump Peringatkan China
  • Trump: Jika China Melakukan Itu, China Akan Menghadapi Masalah Besar, Oke!

 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Intelijen AS menyebut, China bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara mereka kepada Iran.

Hal ini dianggap menjadi langkah provokatif sebab Beijing mengatakan telah membantu menginisiasi kesepakatan gencatan senjata. 

Adapun tuduhan Intelijen Amerika Serikat (AS) itu menyebutkan: "China mengirimkan bantuan persenjataan kepada Iran dalam beberapa pekan mendatang, seiring dengan diadakannya gencatan senjata antara AS dengan Iran".

Informasi intelijen tersebut juga menggarisbawahi kemungkinan Iran menggunakan gencatan senjata sebagai kesempatan untuk mengisi kembali sistem persenjataan mereka dengan bantuan mitra.

Mereka juga mengatakan ada indikasi Beijing mengirimkan senjatanya melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal sebenarnya.

Dilansir dari CNN, Minggu (12/4/2026), sumber-sumber tersebut mengatakan, sistem yang sedang disiapkan Beijing untuk ditransfer adalah sistem rudal anti-pesawat yang dioperasikan dari bahu, yang dikenal sebagai MANPAD.

MANPAD dapat menimbulkan ancaman asimetris terhadap pesawat militer AS yang terbang rendah.

Trump Peringatkan China

Presiden Trump merespons dugaan pengiriman senjata tersebut dan mengatakan China akan menghadapi konsekuensi jika mengirim senjata ke Teheran. 

 “Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar, oke?” ungkapnya, dilansir dari Reuters, Minggu (12/4/2026). 

Dalam konferensi persnya pada Senin (6/4/2026),  Trump juga mengindikasikan jet tempur F-15 yang ditembak jatuh di atas Iran pekan lalu terkena rudal bahu genggam.

Iran juga mengatakan telah menggunakan sistem pertahanan udara yang baru. Namun, belum jelas apakah sistem tersebut buatan China.

Sumber tersebut mengatakan, perusahaan-perusahaan China menjual teknologi dwiguna kepada Iran, yang memungkinkan Teheran dapat terus membangun senjata dan meningkatkan sistem navigasinya.

Sementara itu, Trump diperkirakan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping bulan depan di Beijing.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved