Berita Viral

Rumah Preman Sekaligus Bandar Narkoba Dibakar Massa, Polisi dan Pemda Bergerak Cepat Redam Gejolak

Situasi panas pasca aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Tangkapan Layar Video
Ratusan warga membakar rumah terduga bandar narkoba di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Jumat (10/4/2026) malam. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Situasi panas pasca aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Sabtu (11/4/2026), langsung direspons cepat aparat kepolisian dan pemerintah daerah.

Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni bersama Wakil Bupati Jhony Charles menggelar pertemuan darurat dengan tokoh masyarakat, agama, dan adat di Kantor Camat Pasir Limau Kapas.

Pertemuan ini dikemas dalam konsep cooling system untuk meredam potensi konflik lanjutan sekaligus menyerap aspirasi warga Panipahan.

Aspirasi Warga: Pemberantasan Narkoba dan Penutupan Lokalisasi

Tokoh masyarakat Panipahan, Nasri Syam, menegaskan keresahan warga terhadap maraknya peredaran narkoba.

Ia menuntut penutupan Karaoke Famili di Jalan Darma dan lokalisasi di Jalan Karya yang diduga menjadi sarang prostitusi dan transaksi narkoba.

Tokoh agama setempat, Nasir, menambahkan bahwa demonstrasi sebelumnya murni bentuk kegelisahan masyarakat dan tidak melibatkan anak di bawah umur.

Wabup Jhony Charles memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti tuntutan warga.

Ia memerintahkan DPMPTSP dan Satpol PP segera memproses penutupan tempat hiburan dan lokalisasi bermasalah, dengan syarat adanya surat penolakan resmi dari masyarakat sebagai dasar administratif.

Sementara, Kapolres Isa Imam Syahroni menegaskan keseriusan pihaknya memberantas narkoba.

Selama masa jabatannya, Polres Rohil telah mengungkap kasus besar dengan barang bukti mencapai 80 kilogram.

Ia memastikan pembentukan tim khusus dari Satres Narkoba dan Satreskrim untuk mengungkap jaringan narkoba di Panipahan.

Sejumlah nama sudah masuk target operasi, termasuk individu berinisial A dan M, sementara beberapa pelaku lain seperti Asan, Abeng, dan Alex telah ditangkap lebih dulu.

Isa juga membuka akses komunikasi langsung melalui layanan darurat 110 dan nomor pribadinya yang dibagikan kepada tokoh masyarakat, guna mempercepat pelaporan aktivitas mencurigakan.

Pertemuan cooling system dihadiri unsur Forkopimda, pejabat utama Polres Rohil, TNI, serta sekitar 20 tokoh masyarakat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved