Berita Viral

Wagub Kalbar Malah Tantang KDM, Siap Cium Lutut jika Bisa Perbaiki Jalan dengan APBD Rp6 Triliun

Warga Bedayan, Kalimantan Barat, ingin Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, turun tangan perbaiki jalan rusak tersebut.

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
VIDEO TUKAR GUBERNUR - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan (kiri) mempersilakan warga Sintang yang ingin 'meminjam' Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) untuk memperbaiki jalan di Kalbar. (Tribunpontianak.co.id/Prokopim Pemprov Kalbar, Tribunnews/Irwan Rismawan) 

TRIBUN-MEDAN.com - Warga Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) membuat video yang mengeluhkan kondisi jalan rusak di daerahnya.

Dalam postingan itu, warga Bedayan ingin Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, turun tangan perbaiki jalan rusak tersebut.

“Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami,” demikian narasi dalam video yang viral di medsos.

Merespons hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan langsung sewot.

Ia pun menyinggung tentang APBD Kalbar sebesar Rop 6 triliun.

Krisantus menyatakan siap mencium lutut Dedi Mulyadi jika mampu membangun infrastruktur jalan hanya dengan APBD Rp 6 triliun.

Krisantus mengaku telah melihat langsung video yang menyoroti kerusakan jalan di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. 

Ia menilai, perbandingan tersebut tidak tepat karena perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran antara kedua provinsi. 

“Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali menyebar. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” ujarnya di Pendopo Bupati Sintang, dikutip dari TribunPontianak, Kamis (9/4/2026). 

“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” tambahnya. 

Perbandingan Kalbar dan Jabar 

Menurut Krisantus, Jabar memiliki luas sekitar 43.000 kilometer persegi dengan APBD sekitar Rp 31 triliun.

Sementara itu, wilayah Kalbar mencapai 171.000 kilometer persegi dengan APBD sekitar Rp 6 triliun. 

Berdasarkan perbandingan tersebut, Krisantus menilai bahwa biaya pembangunan semakin berat jika suatu daerah memiliki wilayah yang luas. 

Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini. Krisantus juga menanggapi narasi warga yang ingin “meminjam” Dedi Mulyadi untuk memperbaiki infrastruktur di Kalbar. 

Ia memastikan, pemerintah daerah tetap berupaya menangani persoalan jalan, khususnya di Kabupaten Sintang. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved