Berita Nasional

Kritik Purbaya untuk Bank Dunia yang Sebut Ekonomi Indonesia Turun: Dia Sudah Melakukan Dosa Besar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mengkritik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Bank Dunia. 

Tribunnews.com
DIPANGGIL PRESIDEN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Igman Ibrahim/Tribunnews.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Bank Dunia menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 4,7 persen.

Angka ini sedikit lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya pada Oktober 2025 yang sebesar 4,8 persen.

Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, laporan rutin Bank Dunia yang memantau kondisi ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Penurunan proyeksi ini memunculkan perbedaan sikap di antara pejabat ekonomi utama pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpandangan berbeda soal penurunan proyeksi Bank Dunia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 ini.

Purbaya Kritik Bank Dunia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mengkritik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Bank Dunia

Purbaya menilai perhitungan Bank Dunia keliru.

"Tapi dia sudah melakukan dosa besar, (bank dunia) menimbulkan sentimen negatif ke kita.

Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal Kalau dia berubah prediksi ekonominya lagi," kata Purbaya di Kementerian Keuangan pada Kamis (9/4/2026).

Purbaya menilai asumsi yang digunakan Bank Dunia terlalu pesimistis, terutama terkait harga minyak global.

Ia meyakini kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama dan proyeksi akan berubah seiring normalisasi harga energi. 

"Kan kuartal pertama aja mungkin 5,6 atau lebih Berarti World Bank menghitung kita mau resesi turun ke bawah sekali setelah itu kan kalau rata-ratanya ke 4,6 Saya pikir World Bank salah hitung," ujarnya.

Menurutnya, kinerja ekonomi domestik masih menunjukkan tren positif, bahkan berpotensi tumbuh di atas 5,6 persen pada kuartal I-2026.

Pemerintah, kata dia, akan tetap mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan untuk menjaga momentum tersebut.

"Tapi saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini Itu aja mungkin aja World Bank betul nanti Tapi saya nggak tahu Yang jelas kalau di angka saya sih Sepertinya sedang membaik terus ke depan Dan kita akan jaga terus," kata Purbaya.

Airlangga: Fenomena Global yang Wajar

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved